26 November 2009
Interogasi Gaya Baru….
Gerimis membasahi siang
Di sebuah restoran yang nyaris dipenuhi pelanggan. Siang yang dingin membuat selera makan memuncak. Kegaduhan tiba-tiba dipuncaki oleh suara seorang lelaki, berusia setengah baya yang mengenakan seragam PNS.
“Kamu kerja di mana?” Terdengar suara si bapak. Dia duduk sendiri. Artinya, dia pasti bicara dengan seseorang melalui telepon genggam (jika tak pake HP, lalu dia bicara dengan siapa ya? hehehe). Suaranya meninggi, mencoba mengalahkan hingar bingar pengunjung dan suara televisi di pojokan.
…
“Berapa gaji kamu?”
…
“Hm… Kamu dulu kuliah di mana?”
…
…
“Dan SMA kamu di mana?”
…
…
“Dan kamu pikir dengan modal segitu kamu mau menikah dengan anak saya?”
…
…
…
“Saya punya banyak keponakan yang pekerjaan dan gajinya jauh lebih besar dari kamu…”
…
…
“Saya tidak ingin anak saya menderita karena menikah dengan kamu…”
…
…
…
Bapak itu kemudian menghentikan interogasinya. Dengan wajah ‘tak berdosa’ dia menyantap hidangan di depannya.
Ah, aku bertanya dalam hati bagaimana kira-kira reaksi si pemuda yang ‘tak ada angin tak ada hujan’ tiba-tiba ditelepon ayah kekasihnya. Dan si calon mertua menginterogasi tanpa basa-basi..
Ah, dengan berlalunya waktu, teknik menginterogasi calon menantu rupanya sudah berubah ya? Beruntung sekali dulu aku menemukan calon mertua yang sangat baik, yang justru ’salah tingkah’ ketika aku mengunjungi anak gadisnya…
Hehehe…
p.s
Ditulis berdasarkan apa yang dilihat dan didengar beberapa jam lalu….


November 26th, 2009 at 16:30
Hahaha…kayaknya tuh bapak lagi dililit utang BLBI
November 27th, 2009 at 10:05
Sayang saya nggak lihat langsung, kalo saya ada dihadapan bapak itu, pasti sudah saya jitak deh… (eh, istilah dijitak ini ‘hak paten’ Dee ya…)…hehehe, nggak deng, saya nggak berani…
Hanya saya langsung berdoa dalam hati, semoga saya nggak akan punya besan seperti itu…matre dan tidak punya perasaan…
Ter - la - lu….!
November 27th, 2009 at 15:51
wah bisa berabe kalo punya camer seperti itu…moga2 aku tidak menemui yang seperti itu…hhiiiiii takut….
November 27th, 2009 at 23:09
Hehe,
kemungkinannya banyak nih:
1. Bapak itu cuma acting aja, biar terlihat sok keren, keras, kaya dll
2. Memang beneran, tapi timing nya kurang tepat.
3. Si ‘cowok’ tsb kurang gentle, nggak berani ketemu. langsung.
Btw, aku nggak nyalahkan si bapak, karena wajarlah sbg orang tua pasti ingin memperoleh yg terbaik buat putrinya…cuma penggambarannya jd terkesan over acting…hehe
November 27th, 2009 at 23:31
weh,…jangan-jangan bapake lagi balas dendam karena dulu juga diperlakukan sama kayak gitu,…xixixi
November 28th, 2009 at 09:15
hmm…menyedihkan bgt, sikap orangtua yg sm sekali tdk bijaksana.
November 28th, 2009 at 14:36
masih ada toh orang seperti itu….Masya Allah….bapak itu pasti kebanyakan nonton sinetron. kalo aku ngebayangin dia, kayak siapa ya….kepalanya botak, tambun, peritnya buncit, kalau ketawa besar dan menyeramkan. Betul nggak bayanganku?
November 29th, 2009 at 00:24
hehe..dulu si bapak jg pasti digituin sama mertuanya
November 29th, 2009 at 12:07
PNS yg tak sadar diri. Harusnya si bpk PNS kita ini berkacalah, berapa gaji tertinggi PNS pangkat tertinggi? Sy berani jamin, PNS yg hanya mengandalkan gajinya tanpa ada tambahan pemasukan lain, selamanya tidak akan pernah kaya. Jadi silakan anda simpulkan, uang/harta dari manakah PNS pejabat yg bisa kaya?
Salam.
November 29th, 2009 at 21:05
[...] menit berlalu, dan Dee angan Dee melayang pada cerita Kuti mengenai seorang Bapak yang ‘menginterogasi’ calon menantunya melalui telepon [...]
November 30th, 2009 at 16:06
Ini sih bukan gaya baru, dari jaman prasejarah sampai sekarang juga masih banyak tipe-tipe mertua seperti ini yang berwawasan sempit dan materialistis.
December 1st, 2009 at 11:12
[...] Dee melayang. Mula- mula dia teringat pada seorang Bapak yang menginterogasi calon menantunya dengan fokus pada [...]
December 2nd, 2009 at 11:01
[...] Nggak, “ jawabnya, “ Aku cuma sedang teringat ceritamu dan cerita Pipit temanku. Walau berbeda, tapi esensinya hampir sama, yaitu tentang pandangan dan [...]
December 13th, 2009 at 04:09
matre? relatip sih.. dan pintar kadangkala tidak sebanding dengan gelar segambreng plus kerja apa dulu nih? kerja keras ataw kerja cerdas? ohoho…