Dedaunan bergerisik tertiup angin.
BEBERAPA ekor burung hinggap di dahan pohon dan rerumputan di halaman rumahkayu.
Dee memperhatikan burung- burung itu dengan senang hati. Melihat mereka mematuk- matuk mencari makanan.
Saat dia sedang memperhatikan burung- burung mungil itulah Pradipta muncul dari dalam rumah dan mengguncang tangannya, Bunda, kata si kecil, Buku gambarku habis
Oh. Dee menatap anaknya.
Petang hari seperti ini, Pradipta tentu sedang menyiapkan peralatan sekolahnya dan menemukan bahwa buku gambarnya habis, sementara besok ada pelajaran menggambar.
Aku juga harus bawa kertas lipat, Bunda
Ya ampun, pikir Dee. Buku gambar dan kertas lipat, kedua benda yang sebenarnya sudah sejak beberapa hari yang lalu hendak dibelinya, tapi terlupa.
Duh, pikirnya, akhir- akhir ini aku makin pelupa saja
***
Keharuman sabun bayi terhirup oleh indra penciuman Dee.
Dee menoleh. Kuti yang baru saja selesai mandi tampak menghampirinya. Harum sabun bayi tersebar dari tubuhnya. Sejak Dee hamil, sabun di rumahkayu memang berganti jenis. Tak ada lagi sabun wangi di sana, sebab Dee menjadi sangat sensitif terhadap wewangian dan hanya wangi sabun bayi yang lembutlah yang dapat ditolelir oleh indra penciumannya.
Kuti yang melangkah mendekat melihat Dee dan si kecil Pradipta sedang bercakap- cakap dan melihat air muka Dee, dengan segera dia mengerti bahwa ada sesuatu diluar rencana terjadi.
Ada apa yang? tanyanya pada sang istri.
Mmm ini, jawab Dee, Aku terlupa membeli buku gambar dan kertas lipat untuk Pradipta
Oh itu, pikir Kuti. Dia tersenyum maklum. Sejak Dee hamil, beberapa peristiwa serupa sudah pernah terjadi.
Ah, dengan ringan Kuti menjawab, Ayolah kita beli sebentar di toko buku. Sepulang dari sana, kita mampir ke tempat wedang ronde, ya? Mau ?
Muka Dee dan Pradipta dengan serta merta menjadi cerah. Keluar sebentar di petang hari ke toko buku lalu menikmati wedang ronde di kedai langganan mereka akan sangat menyenangkan, tentu saja.
***
Dee menghirup perlahan kuah wedang ronde di hadapannya.
Kehangatan air jahe dengan segera menyebar di kerongkongan dan menyenangkan hatinya.
yang sambil menikmati wedang rondenya Dee mengajak Kuti mengobrol.
Mmm? Kuti menjawab sang istri sambil menggigit perlahan butiran ronde berisi kacang.
Koq aku rasanya makin lama makin lelet aja ya? terdengar suara sang istri.
Kuti tersenyum.
Walau Dee menjalani kehamilannya dalam kondisi kesehatan yang baik, ada beberapa ciri khas ibu hamil yang juga dialaminya. Mengidam, salah satunya. Juga sensitif terhadap wewangian.
Selain itu, seperti umumnya ibu- ibu hamil, Dee juga menjadi pelupa. Hal ini menjengkelkan Dee, sebab seringkali dia seperti kehilangan konsentrasi, dan tidak terorganisir. Dia beberapa kali melupakan janjinya, terlupa membawa ini dan itu, atau lupa menyediakan keperluan sekolah yang dibutuhkan si kecil , seperti buku gambar dan kertas lipat ini, misalnya.
Kuti merangkul istrinya dengan sayang.
Dee, komentarnya, Setahu aku, bukan cuma kamu sendiri ibu- ibu hamil di dunia yang menjadi pelupa seperti ini
Hmmm iya sih, Dee mengangguk. Dia tahu itu, sebab beberapa kawan dan saudara mengatakan begitu. Mereka yang pernah hamil sebelumnya menyampaikan pada Dee bahwa mereka juga mengalami hal yang sama ketika menjalani kehamilan mereka.
Konon, kekacauan ini disebabkan oleh perubahan hormon yang terjadi di dalam tubuh. Dan Dee juga pernah membaca bahwa ukuran otak ibu hamil memang mengecil sementara saat kehamilan dan baru akan kembali ke ukuran semula segera setelah melahirkan.
Dee menyuapkan sebutir ronde ke mulutnya. Dia mengunyahnya perlahan, menikmati kekenyalan ronde tersebut. Setelah itu, dihidupnya sesendok kuah yang terbuat dari gula merah dan jahe. Wedang ronde adalah salah satu minuman kesukaannya. Dan dia sungguh senang bahwa Kuti mengajaknya menikmati wedang ini pada petang hari tersebut.
Untuk kesekian kalinya, Dee mengucap syukur dalam hati.
Bagaimanapun, walau ada cukup banyak ketidak nyamanan yang terjadi selama kehamilan, seperti sakit kepala, mual, dan menjadi pelupa ini, Dee menikmati dan sungguh merasa bahagia dengan kehamilannya. Dia menanti dengan gembira kedatangan sang bayi, dan dengan suami yang baik hati dan menyenangkan seperti Kuti, kesulitan- kesulitan kecil selama masa hamil dapat dilaluinya dengan baik.
Sementara itu, Kuti memperhatikan sang istri. Sebenarnya Dee cukup sabar menghadapi kekurang nyamanan di bulan- bulan pertama kehamilannya. Dan Kuti memang sebisa- bisanya berusaha membuat situasi nyaman bagi sang istri. Dia memaklumi berbagai ketidak stabilan yang terjadi saat sang istri hamil. Dan Kuti yang terlahir sabar dengan mudah menyesuaikan diri dengan situasi semacam itu.
Dee, terdengar suara Kuti , Karena toh tidak bisa dihindari, aku rasa kamu perlu berdamai dengan situasi bahwa kamu menjadi pelupa ini. Ini normal dan terimalah saja dengan santai. Atau anggap saja kamu yang menjadi pelupa ini sesuatu yang lucu
Dee membelalak.
Kuti tertawa.
Ya mungkin menurutmu memang tidak lucu,bahkan mungkinmerepotkan, yang tapi maksudku, easy going sajalah Aku rasa kamu perlu menyesuaikan diri dengan kecepatan berpikir kamu saat ini yang…
Kalimat Kuti menggantung.
Yang tulalit? Dee tertawa.
Kuti membalas tawa istrinya. Dia senang Dee sudah bisa mentertawakan diri sendiri begitu.
Ya baiklah, akhirnya Dee berkata. Mungkin mulai besok aku akan mencatat saja dalam agendaku apa- apa saja keperluan dan rencana- rencanaku. Dengan demikian kemungkinan terlupa akan mengecil karena semua itu tercatat. Lagipula
Kuti menanti kelanjutan kalimat istrinya.
Lagipula, kata Dee, Situasi semacam ini mungkin akan berlajut sampai bayi kita telah lahir kelak. Di bulan- bulan pertama nanti pasti aku akan merasa lelah sebab baru saja melahirkan, harus memberikan ASI pada bayi, serta mungkin juga perlu bangun berulang kali di malam hari, jadi kemungkinan besar aku akan tetap pelupa karena terlalu banyak hal yang harus aku lakukan sementara kelelahan masih mendera. Jadi
Dee tersenyum.
Kuti menyambut senyum itu dan menyambung kalimat istrinya, Jadi, dinikmati saja, yang
Dee mengangguk. Ya, dinikmati saja. Bagaimanapun kehamilan ini sungguh merupakan karunia besar, dan Dee dapat membayangkan betapa bahagianya kelak jika ada satu suara kecil lagi selain Pradipta yang akan meramaikan dan menyebarkan kehangatan di rumah kayu
p.s. i love you







memang bener…kehamilan pada fase awal bisa menyebabkan stress yg meninggi pada wanita, jadi sensitif terhadap apa aja….
d.~
Paling berat biasanya justru pasca melahirkan….hmm…kayaknya papa n mama nya Dipta udah lebih siap menghadapinya yaa…
termasuk “obat” anti lupa nya …hehehe…
baby blues?
wah ttg kehamilan nih, butuh belajar nih, entar kalau dah meried gak khawatir lagi.he..he
salam kenal, link balik yah
he he, ngga usah khawatir… dijalanin saja, senang koq
salam kenal kembali… makasih ya sudah mampir… salam, d.~
bener nih, kehamilan merupakan karunia besar…yang aborsi saja yg tidak tau berkah yg diberikan kepadanya…yupz
he he…
numpang mampir dan liat2 ya…
wow… suka bgt liat blognya rumahkayu,, so sweet dgn keluarganya..
anyway, salam kenal rumah kayu
salam kenal kembali… terimakasih sudah mampir. besok datang lagi ya…
d.~
sukurlah tidak lupa ngeblog sama sekali
tulisan yg bermanfaat jika kelak say ham….euh
ha ha ha… “ham…euh”-nya jadi mengingatkan aku pada “tragedi pinky items” itu, ha ha ha ha ha
d.~
keluarga yang maniees..dan penuh ilmu seperti biasanyaa..:wink:
he he he… penuh ilmu atau penuh ke-error-an?
d.~
meiy piliang’s comment (dicopy dari fb rumahkayu) :
aku baru tahu kalau pengaruh hormon bisa bikin pelupa…aku gak tuh dulu…tp yg lain2 iya…kalo hamil, orang yg menyayangiku ikutan ngidam, suami, my buddies..;)…aku pernah baca penelitian, katanya itu bisa terjadi krn empati yg dalam
tadi bener gemes deh dee, aku komen, gak bisa lagi,. krmn aku komen ampe panjaaaang saking seriusnya gagal juga hehe
Namanya Sympathy Sickness, ya?
Btw, masih susah komen ya Meiy… waduh, maaf ya… walau kenapanya, technically apa yang terjadi terus terang aja aku ngga tau… nanti kita cek lagi deh apakah blogdetik lagi error ngga… d.~
Saya mah hamil ga hamil selalu pelupa. Apa itu artinya otak saya tidak kembali ke ukuran normal setelah melahirkan ya? atau apa otaknya aja yang emang kecil?
ha ha ha… dasar hes, ada2 aja… guyonan ini “hes banget”
d.~
ah… lupa ga cuma dialami oleh ibu2 hamil kok. sayah ajah pikun-an orangnya.. makanya kalender sayah di kantor penuh warna2i coret2an spidol apa yang harus saya ingat di tanggal2 tersebut. apalagi urusannya ama klien… errggghhh.. tapi ya, enjoy ajah.
temen2 kantor sayah sering kali desperado memberikan sejuta clue tentang sesuatu hanya untuk me-remind sayah untuk bisa ingat kembali. tapi sayah cuma bengong, cengo, tetep gag inget…
dan mereka nyuruh saya minum suplemen otak.
@%#$#@$@%!@#%$@!!!!
ha ha ha… tampaknya teman kantor quinie sama fun-nya dengan quinie ya! ( suplemen otak? ha ha ha, ada- ada aja!
) d.~
ya ampyunnn sayah lupa kalo hari ini sayh kebagian nyuciiii… gubragggg
ha ha ha… quinie, minggu depan pasang alarm di HP ngingetin soal cucian biar ngga lupa lagi
d.~