4 Responses to “Cinta Yang Mengalir Deras Itu…”

  1. sandalilang says:

    like this very much….

    you are as generous as usual… ha ha ha… ( biasanya ‘indah… indah… indah’… kali ini ‘like this very much’… he he he… itu mah setali tiga uang atuh… hehe… but thank you anyway, selalu senang dapat apresiasi semacam ini :-) ) d.~

  2. penyuuuuuuuu says:

    aku jadi ingat sering mewek kalau lagi menyusui saking gak sanggupnya menahan luapan emosi yang mengalir deras tersebut. Lebay yaah?

    ha ha ha.. air mataku bahkan mengalir ketika menulis posting ini (*sama-lebaynya.com* :P )

    btw.. that’s the beauty of being a mother.. saat air mata mengalir untuk banyak hal, senang, sedih, kuatir, bahagia… dan beragam rasa lainnya… :-) d.~

  3. Waaaaah…
    kok samaan siiiiih….
    Abah juga paling jagoan mandiin anak2 waktu masih bayi lho mba,,,
    Sedangkan aku kebanyakan takut nya…*dan malesnya*..hihihi…

    Saking jagonya…aku dulu sempet curiga kalo si Abah itu mantan duda..hihihi…

    Aku juga sekarang masih ASI mba…
    Walopun udah gak serepot bayi dulu, karena Fathir kan udah bisa makan dan banyak ngemil…
    Tapi tetep…bangun malem yang paling menderita…hiks…

    Ha ha ha… dasar Erry! Eta si Abah terussss aja dikata-katain (walau aku tau, ini cara Erry mengatakan ‘i love you’ pada si Abah ya?)

    Dinikmati aja Ry, semua ‘penderitaan’ itu, sebab nanti, sekian tahun ke depan, penderitaan itu akan dapat dikenang dengan cara yang lucu dan mengharukan — juga dirindukan (dan kalau rindu, ya nambah punya bayi lagi aja, biar ‘masa penderitaan’ dapat diperpanjang… ha ha ha ha ha … :lol: ) d.~

  4. srexAsyangar says:

    Ada kenikmatan yg terperi saat seorang ayah memandikan bayi nya…bener loh…sensasi aneh saat menyentuh dan membelai makhluk tak berdaya yang kehidupannya totally dependent pada orang tuanya. Dan ku rasakan sudah naluri seorang ayah (yg bener) untuk melindungi dan merawat keturunannya.
    O ya soal ASI, harus diakui itulah keistimewaan seorang ibu/istri…sang ayah harus menerima kenyataan ini dan memberikan prioritas ASI pada sang bayi…sang ayah kudu bersabar untuk sekedar menerima “kaleng” nya aja…hehe..

    kaleng? mmm… bayiku dong, kerennnn… wadah ASInya genuine leather, bukan kaleng.. ha ha ha ha ha ;-) d.~

Leave a Reply