
- Ilustrasi: xkcd.com
SEPERTI biasa, Dee dan Kuti memanfaatkan waktu senggang dengan berselancar di dunia maya. Kuti mengutak-atik notebooknya, mencari tambahan informasi untuk bahan buku yang sedang disusunnya.
Eh yang, kamu tau gak kalau ngeblog itu sebenarnya sama dengan seks? kata Kuti.
Dee yang sedang asyik bermain-main dengan Ipad 2, melirik ke arah suaminya. Dee baru saja mendapat Ipad 2 hadiah dari bank langganan mereka.
Ngeblog itu sama dengan seks? Maksudnya gimana yang? balas Dee.
Begini. Seks itu menyenangkan bukan? Seks bisa bikin rileks dan nyaman. Seks juga bisa bikin ketagihan. Sekali melakukan, kita ingin melakukan lagi dan lagi. Begitu juga dengan ngeblog. Ngeblog itu sangat menyenangkan. Juga bisa bikin ketagihan.
Dee mengerutkan keningnya dan kemudian mengangguk. Seperti biasa dia bisa mengikuti arah pembicaraan suaminya.
Aku ngerti. Untuk mendapatkan hasil terbaik, seks perlu banyak latihan dan memerlukan ketrampilan tertentu. Begitu juga dengan ngeblog ya? Semakin sering ngeblog kita akan semakin bagus? Semakin trampil maka tulisan kita di blog akan semakin bagus? Dee berujar sambil tersenyum.
Iya. Betul sekali, kata Kuti sambil menyeringai. Seks juga perlu pasangan, yang bisa memberikan masukan apa yang sebaiknya dilakukan, atau yang tidak dilakukan. Dalam ngeblog, pasangan itu bisa berarti teman sesama blogger, atau juga pembaca. Yang bisa memberikan kritikan untuk kebaikan ke depan
Dan seks yang sehat perlu langkah pengamanan, supaya tidak terjangkit penyakit kelamin, ujar Dee. Juga harus siap mental jika misalnya hubungan seks itu berbuahkan hasil, seperti kehamilan. Dalam ngeblog, kita harus membentengi komputer dari kemungkinan serangan virus kan? Juga harus siap mental jika tulisan kita di blog dicerca pembaca. Iya kan?
Iya. Hal-hal terkait seks juga umumnya mudah menyebar. Masih ingat kasus video mesum yang melibatkan artis papan atas tanah air? Video itu langsung menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru Indonesia bukan? Begitu juga halnya dengan tulisan di blog. Tulisan bisa menyebar dengan cepat, bahkan hingga ke luar negeri. Apalagi dengan maraknya media sosial
Dee mengalihkan pandangannya dari layar komputer tablet di tangannya. Wah gak nyangka banyak juga persamaan antara seks dengan menulis di blog ya? Hmmm Apa lagi ya? Oh ini. Hubungan seks itu perlu waktu khusus, dan juga perlu tenaga ekstra bukan? Gak bisa dilakukan dengan asal-asalan? Begitu juga dengan ngeblog. Kita harus menyiapkan waktu khusus. Tulisan di blog sebaiknya tidak dibuat asal-asalan. Kalau perlu kita lakukan riset. Cari gambar ilustrasi yang cocok
Betul yang. Dan jika suatu saat kehidupan seks bermasalah, ada banyak profesional di luar sana yang bisa memberikan bimbingan. Begitu juga dengan menulis di blog. Jika ada problem, kita bisa mencari jawaban pada para blogger yang jumlahnya sangat banyak, termasuk yang ada di Blogdetik
Dee mengangguk. Untuk sesaat suasana menjadi hening. Di luar sana samar terdengar bunyi gerimis yang meningkahi atap.
Satu pertanyaan terakhir. Untuk saat seperti ini, bagusnya kita ngapain ya? Seks atau ngeblog ? kata Kuti sambil mengedipkan mata.
Sebagai jawaban Dee memberikan cubitan mesra di pinggang.
Wadaaawwww..
p.s
Tulisan ini ditujukan kepada pihak-pihak yang sudah berhak melakukan hubungan seks. Bagi yang belum cukup umur, mohon fokuskan perhatian pada bagian ngeblog dan bukan pada seks, hehehehe







wkwkwk… lucu ceritanya. Tapi gak komen dulu lah, masih belum cukup umur hehehe…
Apa kabar? Sudah lama tak berkunjung, rumahkayu ternyata pakai template baru
eh ada satu lagi yang sama, ngeblog yang itu-itu aja bikin bosen, sama seperti .. #eh
Wahhh bener itu hehehe
Seperti biasa, kreatif nih RK
No comment lah, hehehe.. belum cukup umur.
hahaaha, posting perbedaannya mas, hahaha *canda
ohhh makanya setiap abis posting langsung lemes