Suatu hari yang cerah di bulan Februari.
Ah, Februari konon adalah bulan cinta. Ada banyak hal yang bisa dilihat, didengar, dibaca yang terkait dengan cinta, kekasih, bunga mawar, kado dan kartu- kartu manis.
Juga tulisan- tulisan di media yang terkait dengan sesuatu yang romantis.
Dee tersenyum membaca sebuah artikel semacam itu, tentang lokasi- lokasi yang konon paling romantis untuk melaksanakan pernikahan.
Dia tersenyum lagi.
Hmm, pikirnya, mungkin memang akan sangat menyenangkan juga jika sekali- sekali bepergian ke tempat- tempat indah yang bersuasana romantis macam itu, pikirnya.
Dan sebab dia toh sudah menikah dengan Kuti, tentu jikapun berkunjung ke sana, peristiwanya tak lagi akan menjadi peristiwa pernikahan, tapi barangkali… bulan madu kedua? Atau, merayakan ulang tahun salah satu dari mereka?
Dee melirik sang suami yang duduk tak jauh darinya, sedang menelusuri berita di koran pagi. Sementara itu, ketiga bocah buah hati mereka, Pradipta, Nareswara dan Nareswari duduk di lantai, asyik dengan mainan masing- masing.
Angan Dee melayang.
Jika aku yang ditanya saat ini, tempat impian mana yang ingin sekali kukunjungi, apa jawabanku ya, pikir Dee.
Dan dia tertawa dalam hati. Dia ternyata tak perlu berpikir lama. Begitu banyak tempat yang ingin sekali dia kunjungi. Raja Ampat, Wakaitobi, Belitung, Taman Nasional Meru Betiri di Banyuwangi, juga… Sangihe, Tibet, Turki, Mesir, Canada, Italia, dan… masih ada berpuluh tempat lain dalam daftarnya.
Dee tersenyum lebar.
Nakalnya aku, pikirnya. Anganku ini selalu saja berjalan- jalan kesana kemari mengajak pergi berpetualang.
Diliriknya lagi Kuti yang masih asyik dengan korannya. Dia ingin tahu, apa pikiran suaminya tentang tempat- tempat impian.
“ ‘yang, “ kata Dee memanggil suaminya.
Kuti menoleh padanya.
“ ‘yang… jika ditanya tempat impian mana yang ingin kamu kunjungi di hari istimewa, katakanlah, di hari ulang tahun, misalnya, dimana tempat itu? “
Kuti tertawa.
Dee menanti. Walau rasanya dia sudah tahu jawabnya.
Nah kan, pikirnya saat jawaban itu keluar dari mulut sang suami.
“ Aku tak punya tempat impian, Dee… “ katanya.
Dee turut tertawa bersama suaminya.
Mereka berdua, sudah diketahuinya sejak dulu, memang sangat berbeda. Kuti, walau lembut hati, tapi pemikirannya sangat logis dan rasional. Dia melihat segala sesuatu berdasarkan fakta.
Dee sendiri, ha ha… angannya selalu melayang kesana- kemari. Bergerak melintasi ruang dan waktu. Berpindah dari satu khayalan ke khayalan yang lain.
Jawaban sang suami yang mengatakan bahwa dia tak memiliki tempat impian, sama sekali tak mengherankan Dee.
Tapi dia tak hendak menyerah.
“ Baiklah, “ kata Dee pada suaminya. “ Kalau kuganti pertanyaannya menjadi tempat mana yang sangat ingin dikunjungi, ada nggak? Anggaplah sama sekali tak ada kendala mengenai biaya, waktu, atau apapun… “ kata Dee.
Kali ini pertanyaannya berjawab.
Kuti berkata, “ Aku ingin nonton langsung Liga Inggris di London atau Liverpool, Dee “ kata Kuti sembari tertawa lebar.
Oh. Dee turut tertawa bersama suaminya.
Ya ampun! Seharusnya dia tahu sejak tadi bahwa itulah jawaban yang akan diberikan oleh sang suami. Kuti penggila bola. Dan dia pecinta Timnas Inggris.
Walaupun juga menyukai Real Madrid, tapi diatasnya, Kuti menyukai klub Manchester City, dan juga Liverpool.
Jadi jawaban bahwa dia ingin menonton pertandingan Liga Inggris di London atau Liverpool tentu sangat logis.
Dee tersenyum lebar menatap sang suami.
Dee sendiri bukan penggila bola. Tapi selama ini, dia mendengarkan dengan setia cerita- cerita suaminya tentang David Beckham, Steven Gerrard, Frank Lampard, Wayne Rooney, Michael Owen , atau juga kiper Scott Carson. Dia turut gembira saat sang suami senang ketika tim kesayangannya memenangkan pertandingan dan memahami kekecewaan suaminya saat mereka kalah.
***
Dee mengucapkan sebuah doa dalam hati. Semoga suatu hari, Yang Maha Memberi di Atas Sana mengabulkan keinginan suaminya untuk menonton Liga Inggris langsung di London atau Liverpool
And you will never walk alone, my dear, pikir Dee. Walau bukan penggila bola, dengan senang hati dia akan menemani Kuti menonton The Reds di kota asal mereka, Liverpool. Atau menonton klub sepakbola apapun yang lain berlaga di Stadion Wembley London.
Dan siapa tahu, semua itu akan bisa terjadi tepat pada hari ulang tahun suaminya, sehingga hal itu akan dapat dikenangnya sebagai hadiah yang tak terlupakan seumur hidup?
Dee tersenyum lebar lagi.
Khayalannya terbang makin jauh.
Nanti, pikirnya, setelah menonton sepak bola, mereka akan bisa juga pergi ke tempat- tempat romantis. Dan andaikan mereka ada di sana saat Kuti berulang tahun, alangkah senangnya jika dia bisa memeluk dan mengucapkan selamat ulang tahun pada sang suami di…
Dee menimbang- nimbang. Mmm… dimana ya tempat paling romantis itu?
Barangkali.. menyusuri sungai Thames dengan perahu?
Atau, oh… mungkin akan menyenangkan juga jika bisa berada di puncak London Eye, kincir angin raksasa yang juga terletak tak jauh dari Sungai Thames. Dee membayangkan suasana malam hari dengan lampu- lampu yang gemerlapan dilihat dari puncak kincir yang berputar itu tentu akan sangat indah.
Tapi, Trafalgar Square dengan merpati- merpati yang beterbangan juga tampaknya menyenangkan, ya, pikir Dee.
Dan angannya kembali berkelana. Berpindah dari London ke Liverpool.
Di Formby Point di Liverpool, konon ada pantai yang sangat indah, serta deretan pohon cemara. Pantai, dan pohon cemara… oh, membayangkannya saja Dee sudah senang sekali.
Saat Dee masih terus berkhayal itu, suara sang suami terdengar memecah khayalannya.
“ Sebenarnya ya, Dee, “ kata Kuti kepadanya, “ Yang penting itu bukan tempatnya. Tapi, bersama siapa kita ada di sana. Saat kita berada di suatu tempat bersama orang- orang yang kita cintai, tempat itu akan menjadi tempat terindah dan paling romantis di dunia… “
Dee tertawa. Betapapun pengkhayalnya dia, dia mengerti dan memahami apa yang dikatakan suaminya itu.
Dee memandangi suaminya kembali dengan rasa cinta yang mengalir deras.
Jika impian untuk berada di London atau Liverpool itu belum bisa tercapaipun, dia yakin jika Kuti berulang tahun, dia sudah akan sangat senang jika sang istri serta ketiga malaikat kecil mereka memeluk dan menciumnya dengan hangat untuk mengucapkan selamat ulang tahun di rumah kayu mereka yang penuh cinta dan bersama- sama mereka akan memanjatkan doa agar mereka sekeluarga selalu ada dalam lindunganNya, agar kebahagiaan, kesejahteraan serta kesehatan selalu dilimpahkan pada mereka semua…
p.s. i ❤ you…
** Gambar Stadion Wembley diambil dari Wikipedia **








Yang pasti bulan Februari bulan dimulainya persahabatan antara rumahkayu dan padiemas lho
[Reply]
hes Reply:
February 21st, 2012 at 19:36
Happy anniversary dong
[Reply]
rumahkayu Reply:
February 28th, 2012 at 21:41
@r2g @hes
[Reply]
nice post…
salam kenal
[Reply]
rumahkayu Reply:
February 28th, 2012 at 21:42
salam kenal kembali…
[Reply]
Hahaha kirain tempat apa gitu.., hehe ternyata! Yah setiap orang memang punya sisi-sisi tersendiri ya tentang pengertian romantis. termasuk pendapat tentang tempat romantis. :-p
[Reply]
rumahkayu Reply:
February 28th, 2012 at 21:42
he he he
[Reply]
turut berdoa, semoga angan2 itu kesampean dan…selama / sesudah perjalan itu ada reportasenya disini, haha…
[Reply]
rumahkayu Reply:
February 28th, 2012 at 21:44
nggak mau ikutan sekalian aja?
[Reply]
mechta Reply:
March 2nd, 2012 at 16:54
wo…boleh to? tadinya dah mau bilang gitu tapi takut ngganggu je…haha…
[Reply]
tempat tempat yang ditulis diatas semuanya juga pingin aku kunjungi
[Reply]
rumahkayu Reply:
February 28th, 2012 at 21:40
ya udah, bareng aja nanti ya kita satu rombongan
[Reply]
Lama tak kesini, disuguhi pemandangan yang indah2 walau baru dalam angan tapi sudah terbayang betapa indahnya tempat2 itu, tapi saya pun sangat setuju pada paragraf terakhir yg dikatakan oleh Kuti
[Reply]
rumahkayu Reply:
February 28th, 2012 at 21:47
he he he, kalimat di paragraf terakhir itulah sebenarnya jantung posting ini, teh ani..
terimakasih ya, sudah mampir lagi kesini…
[Reply]
jangan berhenti bermimpi.. walaupun udah nonton MU vs Chelsea di Old Trafford, msh tetap terasa mimpi
dan tetap bermimpi untuk mengulangi lagi.. berempat: mendarat di London, naik kereta ke Manchester, bisa liat pedesaan yang ijo.. semoga bisa menyambung kereta lagi ke Liverpool
[Reply]