KISAH fiksi itu tak terbatas. Jangkauannya hingga ke angkasa luar, ke planet eksotis nun jauh di sana. Bisa menjangkau dunia sihir penuh misteri. Atau dunia intelejen yang penuh intrik, ranah asmara yang penuh air mata dan juga hasrat birahi, hingga ke masa lalu.
Dunia fiksi juga mencakup apa yang dikenal sebagai cerita silat. Kisah tentang kepahlawanan, upaya kebenaran mengalahkan kebathilan, bagaimana para pendekar, dengan tangan kosong atau berbagai senjata: golok, pedang, tombak atau keris, mengalahkan angkara murka.
Dunia persilatan hakekatnya adalah area yang menarik. Punya langgam tersendiri. Sayang, sejauh ini cerita dengan genre silat relatif tidak dilirik oleh penulis fiksi, terutama di Kompasiana. Padahal banyak aspek menarik yang bisa digali. Mulai aspek budaya, sejarah dan tentu eksplorasi angan dan imajinasi. Bagaimana memvisualisasikan adegan pertarungan yang ada di benak ke deretan kata dan kalimat.
***
Bagi aku pribadi, cerita silat punya jejak yang sangat dalam. Cersil adalah novel pertama yang dibaca semasa remaja (setelah cersil, yang aku baca selanjutnya genre spionase yang lebih menegangkan, yakni serial Nick Carter).
Kecintaan (dan kerinduan) pada cersil membuat aku kemudian coba-coba menulis cersil. Awalnya sendiri, belakangan berduet dengan Dee aka Daunilalang.
Dee, seumur hidup belum pernah bikin cerita silat ketika aku mengajaknya membuat Darah di Wilwatikta. Jangankan menulis. Dee bahkan belum pernah membaca satu pun cersil hingga tuntas.
Namun jika teman-teman membaca rangkaian episode Darah di Wilwatikta yang kami publikasi di akun padepokanrumahkayu, aku yakin Anda akan kesulitan untuk mencari tau, yang mana yang ditulis oleh Dee (yang notabene tergolong pendatang baru di dunia persilatan) dan mana yang aku buat.
Dee, pada akhirnya, memang juga sangat menikmati saat- saat menulis cerita silat.Menulis cerita silat itu memang asyik. Imajinasi dan daya khayal benar-benar dieksplorasi.
Kecintaan pada cersil, bagiku, juga membawa berkah tambahan. Aku bisa menulis buku. Bukan buku tentang sejarah silat atau cerita silat, namun tentang aktivitas ngeblog yang dikaitkan dengan falsafah silat. Dilihat sepintas, cerita silat dan aktivitas ngeblog memang tak ada kaitannya. Namun sebagai pembaca cersil sejak remaja, dan sebagai blogger selang empat tahun terakhir, aku bisa melihat benang merah antara falsafah silat dan trik ngeblog.
Dan, falsafah silat yang dikaitkan dengan dunia blog itulah yang dibahas tuntas dalam buku terbitan Elex Media Komputindo berjudul 66 Jurus Mabuk Buat Ngeblog yang baru saja beredar…
p.s. love u…







