A daughter is the happy memories of the past, the joyful moments of the present, and the hope and promise of the future ~ Author Unknown
SEJUJURNYA, Nduk, sungguh, ibu tak tahu apa yang akan ibu tuliskan.
Ibu hanya ingin menulis.
Meluapkan begitu banyak rasa bahagia dan haru yang terasa hari ini.
Melimpahkan begitu banyak rasa syukur yang ada.
Tulisan ini mungkin akan melompat- lompat tak tentu alurnya, Nduk. Tapi percayalah, seluruh kata- kata ini ditulis dengan cinta.
Dengan cinta.
Dan hanya cinta.
***
Hari ini, kita merayakan kemenangan kita, Nduk.
Kemenanganmu, tepatnya.
Setelah bertahun- tahun berusaha, meniti dan menjalani banyak hal yang tak hanya manis, tapi juga hal- hal yang menuntut kerja keras, usaha, doa dan air mata, hari ini terbayar semua itu.
Terbayar semua kerja keras itu. Terkabul doa- doa yang dilantunkan itu.
Betapa senangnya ibu, tak perlu lagi dikatakan, Nak.
Bagaimana bangganya ibu, tak pula perlu dipertanyakan.
Tapi sungguh, di atas semua rasa senang dan bangga ibu hari ini, yang terutama membuat ibu bahagia adalah sebab ibu tahu apa yang diraih hari ini adalah hal yang kau impikan.
Kau inginkan.
Dan kau perjuangkan selama ini.
~ Ibu senang sebab ibu tahu kau senang.
Ibu bahagia, terlebih, sebab tahu bahwa kau bahagia.
Itu saja, Nduk.
Sesederhana itu.
***
Semua kerja keras itu terbayar sudah, Nduk.
Kita boleh lupakan sekarang bahwa suatu saat dulu, bertahun lalu, gelar juaramu pernah dicuri.
: Masih ingat kan, bahwa kami orang tuamu, ayah dan ibumu ini, memilih dengan sadar untuk tak memperjuangkan hak-mu yang dicuri itu?
Sebab kami saat itu berpikir, jalanmu masih panjang.
Tak terlalu penting mendapatkan gelar juara pada saat itu, Nduk. Sebab kita semua tahu bahwa seharusnya engkaulah yang juara ketika itu.
Saat gelar itu dicuri di depan mata, kami memilih untuk bicara padamu dan mengatakan: biar saja, mari kita melangkah ke depan dan mari kita lihat, siapa sebenarnya juara sejatinya.
Dan bertahun- tahun sudah, kau tunjukkan semua itu, anakku sayang. Kau telah tunjukkan kegigihan hatimu, kau tunjukkan kesanggupan bekerja keras, dan persis seperti yang kami maksudkan saat itu, kau telah pula perlihatkan bahwa memiliki mental juara lebih penting daripada menjadi juara itu sendiri
***
Ibu bangga padamu, Nak.
Bukan hanya karena apa yang kau capai hari ini. Bukan semata karena hasilnya. Tapi juga karena kau menjalani semua prosesnya dengan baik.
Karena kau tumbuh seperti doa dan harapan yang kami taruh dalam namamu yang berarti wanita yang cantik budi.
***
Langkah- langkah kecil bertahun- tahun itu kini telah terkumpul menjadi langkah besar yang membuka sebuah gerbang baru bagimu, anakku tercinta.
Betapa banyak orang bermimpi meraihnya. Kau sungguh harus bersyukur bahwa bagimu, hal ini nyata, bukan hanya mimpi.
Melangkahlah masuk ke gerbang kampus itu dengan riang dan ringan hati, Nduk.
Sebab kau berhak mendapatkannya.
Sebab kau raih semua itu dengan kerja keras dan kejujuran yang kau iringi dengan doa yang tak putus.
Kau sungguh berhak mendapatkannya.
Langkahkan kakimu masuk kesana, Nduk.
Ke kampus yang konon adalah perguruan tinggi terbaik di negeri ini.
Kau boleh berbangga sedikit, sebab seperti keinginanmu, kau bahkan tak perlu mengikuti testing untuk masuk ke sana. Prestasimu selama ini telah membuat undangan itu datang, membuka jalan bagimu untuk memasuki gerbang itu.
Masuk dan langkahkan kakimu ke sana, anakku tercinta.
Nikmati hari- harimu yang akan datang.
Belajar, berteman dan bermainlah di sana.
Di kampus itu.
: Raih mimpi- mimpimu disana.
– Wujudkan cita- citamu.
Satu pesan ibu, anakku tercinta:
Kelak, saat telah kau raih cita- citamu itu, gunakan semua ilmu yang kau miliki untuk kebaikan.
~ Hanya untuk kebaikan.
Tak lain dari itu.
p.s : Ditulis dengan sepenuh cinta dari setiap helaan nafasku untukmu, Nduk
** gambar dari: forum.xcitefun.net **








love it very much…
Tolong sampaikan ucapan selamat kami di Batam untuknya. Semoga anak kami nanti bisa mengikuti jejak “kakak”nya
Makasih, Sigit. Ucapan selamat akan disampaikan. Dan, iya.. semoga kelak Rani akan mengikuti jejak yang sama serupa ini, ya…
Bagus banget tulisan_nya…mantabz.
Terimakasih
Putinya mau masuk kuliah nih, selamat ya buat putrinya ..
Memang yah, kebahagiaan seorang ibu adalah melihat anaknya bahagia dan bisa meraih impiannya
..
He he, iya, begitulah. Terimakasih, ya
ah….terharu…
turut bahagia, mbak… titip selamat buat ananda..semoga Allah SWT senantiasa merahmati tiap langkahnya dalam meraih kesuksesan
terimakasiiiihhh. terimakasih ucapan selamat dan doa- doanya, mechta..
aku terharu sekali dengan tulisan ini,,
diriku tidak bisa merasakan sebuah kebahagiaan yang ibu alami. mudah-mudahan anak ibu menjadi anak yang berbakti dan sukses.
Terimakasih banyak. Dan semoga suatu saat nanti kebahagiaan serupa juga menghampiri mas Pandu. Salam !
Di balik anak yg hebat, slalu ada doa BESAR orang tua yg slalu menjaga dan memberikan smangat buat anaknya. Indahnya berbagi.
Tut wuri handayani
Terimakasih ya.
Bgs surat nya, seperti nya ni ibu udah biasa nulis dimajalah ya?
He he, sudah biasa nulis di blog, maksudnya
Makasih ya.
alhamdulillah, semoga cita-cita dunia dan akhiratnya diridhai dan diberkahi Allah SWT.
Amin, terimakasih doa-nya yaaaa…
sangat mengharukan.
salam kenal
terimakasih.salam kenal kembali
terharu baca ini…salam buat anaknya ya mbak…saat dia baca ini pasti senang dan bangga sekali..
terimakasih. salam disampaikan. dia sudah baca tulisan ini dan tampaknya memang senang dan bangga. terimakasih, ya
Bunda, tolong ajarkan kami untuk dapat menjadi orangtua seperti bunda yang dapat membimbing dan mengantarkan anaknya menjadi anak yang bermental juara.
He he, kalau mengajarkan.. waduh, berat itu
Kita sharing saja ya, sama- sama belajar
Ada dua post yang di-link dari post “Surat untuk Anakku” ini, yaitu :
http://rumahkayu.blogdetik.com/2011/04/09/aku-kapten-bagi-jiwaku-1/
http://rumahkayu.blogdetik.com/2011/04/10/aku-kapten-bagi-jiwaku-2/
Selain dua yang disebut di atas, di blog rumahkayu ini juga ada banyak tulisan yang menyangkut keluarga dan anak- anak, baik yang bentuknya fiksi maupun narasi. Mudah- mudahan bisa menjadi sumber inspirasi. Yang baiknya silahkan diambil, yang tidak baiknya ya ditinggalkan saja
Salam hangat…
bagus sekali tulisannya, semoga anandanya senang sekali dan semoga sukses semuanya, amiiin
terimakasih komentar dan doa-doanya, mas Iwan… salam…
Duh, terharu dan agak ‘iri’ membacanya
Alhamdulillah, semoga kami bisa membimbing putra putri kami juga bekerja keras mencapai cita-citanya.
Makasih, Hes… Insya Allah, suatu saat nanti Hes akan merasakan kebahagiaan yang sama..
Membesarkan anak- anak memang bukan pekerjaan instan. Itu proses panjaaanngggg. Apa yang dicapai kelak, adalah apa yang ditanam hari ini
d.~