Hari pertama di bulan puasa
DEE memperhatikan sayuran yang dibawa dalam gerobak tukang sayur yang lewat di depan rumah kayu. Pandangannya tertumbuk pada terong- terong ungu yang tampak sangat segar di dalam gerobak itu.
Hmmm, pikir Dee, menarik sekali terong- terong itu.
Dan.. ah, aku masih memiliki daging cincang di kulkas, pikir Dee.
Baiklah, sore nanti menjelang buka puasa, akan kubuat terong panggang, pikirnya lagi.
Dee memilih- milih terong. Dibelinya juga tomat serta bawang bombay. Dia lalu juga memilih beberapa bahan makanan lain. Dibayarnya belanjaan itu lalu dibawanya ke dalam rumah.
Pada sore harinya, Dee mengeluarkan semua bahan makanan yang dibelinya tadi.
Yang pertama, diambilnya terong yang tadi dibelinya. Dia mengambil beberapa buah terong. 6 ons berat terong yang tadi dia beli tersebut.
Dipotong- potongnya terong itu, kemudian dicuci dengan air garam, untuk sedikit menghilangkan rasa pahitnya. Kemudian, dipanaskannya wajan, dimasukkannya sedikit margarin untuk menumis terong- terong tersebut hingga layu.
Setelah itu, Dee mempersiapkan adonan kedua. Diambilnya 6 buah tomat yang lalu disiramnya dengan air panas. Dia akan mengupas tomat- tomat itu nanti, dan menyiram tomat tersebut dengan air panas akan memudahkannya untuk mengelupas kulit tomat.
Dirajangnya juga dua buah bawang bombay serta dua siung bawang putih. Setelah itu, dia mempersiapkan sekitar 2 ons daging cincang.
Dipanaskannya kembali wajan dan Dee menaruh sedikit minyak disana. Ditumisnya bawang bombay dan bawang putih hingga baunya harum. Dimasukkannya daging cincang yang lalu disusul dengan tomat yang telah dikelupas kulitnya dan dicincang halus. Ditambahkannya gula pasir, garam serta merica dan sedikit daun basil kedalam adonan tersebut.
Nah, kini, tinggal adonan ketiga, pikir Dee ketika dia usai mempersiapkan adonan berisi daging cincang dan tomat tadi.
Adonan saus putih.
Dipanaskannya kembali wajan, ditaruhnya sedikit mentega disana. Lalu dimasukkannya sesendok makan tepung terigu. Kemudian dituangkannya tiga perempat gelas susu cair ke dalam wajan. Disusul dengan keju parut yang telah dipersiapkan sebelumnya. Diberinya adonan itu garam, merica serta pala secukupnya.
Kini, tinggal memasukkan semua itu ke dalam pinggan.
Dee menaruh lapisan terong di bagian paling bawah. Ditaburkannya sedikit gula pasir di atas terong itu, kemudian dia menaruh lembaran keju di atasnya. Lalu dituangkannya separuh adonan daging dan tomat yang telah dipersiapkannya tadi di atas terong dan lembaran keju itu, kemudian dilapisinya kembali dengan terong serta lembaran keju lain. Lalu kembali dia menuangkan adonan daging dan tomat di atasnya. Terakhir, dituangkannya saus putih yang tadi telah dibuatnya, lalu ditaburinya dengan keju parut.
Dee mengangkat pinggan berisi adonan terong tersebut dan memasukkannya ke dalam panggangan. Diaturnya panas dan lama memanggang.
Ah, beres sudah, pikir Dee. Paling sedikit, sudah satu jenis masakan matang sebelum maghrib tiba
p.s. Teman- teman yang baik, memasuki bulan Ramadhan, mohon dimaafkan bila ada kesalahan kami selama ini. Selamat berpuasa bagi teman- teman yang menjalankan ibadah puasa…








Marhaban ya Ramadhan. Salam kenal. Bagi anda yang ingin membeli mukena anak-anak cantik dan elegan silahkan klik MUKENA CANTIK DAN BAGUS
salam kenal kembali, selamat berpuasa d.~
aku gak begitu suka terong, tapi resep terong diatas kayaknya enak nih..
boleh dicoba sigit.. pakai terongnya yg panjang- panjang, jangan yg bulat..
d.~
btw, terong itu enak juga lho kalo dibumbu balado dengan ikan teri *jadi pengen*
Waah, foto hasil masakan plus vas bunga diatas membuktikan bahwa resep ini asli buah karya mba D
ha ha, jelas ngga se-bagus yg di masukdapur, hes, tapi yaaa lumayanlah
d.~
Pengen nyobain..tp males bikinnya

kayaknya enak, mba..
Mba..Dee..lama gak mampir..
selamat menjalankan ibadah puasa yah
he he, kapan- kapan main lagi ke rumah mel, nanti aku bikinin… gampang koq
d.~
hm..nyam-nyam nih… oya mbak, kalau terongnya bukan yg ungu enak juga kah?
hai mechta.. apa kabar?
aku pernah nyoba bikin pakai terong yang bulat- bulat itu tapi kalau aku sendiri koq tetap lebih suka terong ungu yang panjang ya. terong bulat itu biasanya lebih muda, jadi rasanya agak getir, dan tidak seempuk terong ungu yang panjang- panjang. bijinya lebih banyak. tapi mungkin tergantung selera juga sih.
aku belum sempat aja, cuma sudah terpikir kapan- kapan mau nyoba bikin resep yang sama, terongnya diganti ubi jalar atau labu kuning mungkin enak juga ya?
d.~
unik resepnya tapi rasanya spt apa ya?
dicoba bikin aja, gimana?
d.~