NGEBLOG atau menulis, pada hakekatnya adalah pelajaran kehidupan. Kita bisa memperdalam ilmu tulis-menulis dengan berkacapada apa yang terjadi di sekitar. Kita bisa belajar dari proses bercocok tanam karena ngeblog pada hakekatnya sama dengan menanam bunga. Kita bisa belajar tips ngeblog dari Lady Gaga. Dan yangterkini, kita bisa belajar ngeblog dengan meminjam kiat-kiat yang dilakukan pasangan Jokowi-Ahok.
Tips ngeblog apa saja yang bisa kita pelajari dari Jokowi-Ahok?
1. Pertegas identitas
Pasangan Jokowi-Ahok mengejutkan Tanah Air ketika memilih baju kotak-kotak sebagai identitas. Mengejutkan, karena initeknik pencitraan yang belum pernah dilakukan siapapun sebelumnya. Dalam waktu singkat, baju kotak-kotak menjadi trade markpasangan ini. Baju kotak-kotak memberi sugesti positif bagi masyarakat. Kini jika melihat baju kotak-kotak (apapunwarnanya) asosiasi masyarakat akan mengarah ke pasangan Jokowi-Ahok.
Pada ngeblog, sangat penting untuk mempertegas identitas. Jika ngeblog di blog pribadi, identitas bisa ditandai dengantheme atau template yang unik. Memang, jika ngeblog di Blogdetik, pengguna punya keterbatasan karena hanya bisa memilih dari theme yang disediakan. Namun itu bisa disiasati dengan memilih theme yang jarang dipakai orang. Atau bisa dibuat unik dengan menambahkan foto atau gambar unik di header. Atau membuat favicon, ikon mungilyang biasa muncul di browser. Bisa juga melalui tagline.
Identitas juga bisa dipertegas melalui avatar atau profile picture, yang muncul ketika kita berkomentar di blog teman. Jadi, pemilihan avatar (atau gravatar) sangat penting. Pilihlahavatar dengan bijak. Dan jika sudah memilih, jangan terlalu sering mengganti avatar karena bisa membuat pembaca (ataubahkan teman) merasa bingung. Secara psikologis, ketika seseorang mengganti avatar, dia akan terlihat sebagai ‘orangasing’.
Identitas juga bisa dipertegas melalui gaya bahasa atau tema yang dipilih. Di Blogdetik, misalnya, ada blogger yang suka menulis dengan gayatulisan yang ‘Betawi banget’. Ada yang suka menulis humor, baik yang biasa-biasa atau yang tergolong ‘humor satire’. Adayang senang menulis teknologi, ada yang suka membahas olahraga secara umum, ada yang spesifik sepakbola, ada yang politik, ada yang senang menulis puisi, ada yang spesialis cerpen dan cerbung, dan semacamnya. Tema ini bisa menjadi semacam ciri khas dan identitas jika si blogger konsisten.
2. Jangan arogan
Jokowi-Ahok dikenal sebagai pasangan yang ramah. Tidak arogan. Mereka tidak memasang sekat (baik yang kelihatan maupuntidak) dengan konstituen. Semasa kampanye, mereka mendatangi langsung masyarakat dan menyapa mereka. Masyarakat tidakdiperlakukan sebagai ‘aset untuk mendulang suara’ namun benar-benar dilihat sebagai sesama yang setara.
Dalam ngeblog, arogan merupakan godaan terbesar. Biasanya arogan ini berkaitan dengan narsisme. Banyak bloggeryang merasa dirinya paling benar dan semua orang pasti salah. Ciri khas khusus dari blogger yang arogan adalahkebiasaan menghapus komentar dari pihak yang berseberangan.
Memang, di dunia blog, menghapus atau memoderasi komentar merupakan hak mutlak pemilik blog. Menghapus komentar bisadipahami jika komentarnya bernada menghina atau menghujat. Namun jika yang dihapus adalah komentar yang secara substansiberseberangan dengan pendirian si blogger, maka itu pertanda arogan.
Jadi, sedapat mungkin, bersikaplah ramah kepada pembaca. Balaslah komentar. Jawab pertanyaan pembaca. Dan jika punya waktu, kunjungi blog atau akun lain dan berkomentarlah di sana.
3. Bukti, bukan janji
Sebelum memutuskan untuk mengikuti pilkada di DKI, baik Jokowi maupun Ahok telah memiliki pengalaman di daerah masing-masing. Di masing-masing daerah, keduanya telah membuktikan bahwa mereka bisa memimpin, bisa membawa masyarakat ke tahapyang lebih baik. Tentu saja, persoalan yang dihadapi DKI jauh lebih kompleks, namun setidaknya metode kepemimpinan danberbagai strategi masih bisa diterapkan.
Jokowi-Ahok tidak mengklaim sebagai “ahlinya”. Namun dari apa yang sudah mereka lakukan, masyarakat bisa menilai bahwasetidaknya Jokowi-Ahok tahu apa yang harus dilakukan.
Pada sisi tertentu, ngeblog adalah transfer ilmu. Seseorang yang punya pengalaman tertentu bisa membagi kepada pembaca. Tentu saja idealnya apa yang dibagi memang benar-benar pengalaman pribadi yang bersangkutan.Jadi misalnya ada yang membuat tulisan: “Cara cepat belajar berenang”, tentu harus diasumsikan bahwa si penulis memang bisaberenang dan bukan membuat tulisan “teori” dari Google.
Di dunia maya, banyak blogger (terutama yang mencari uang dari internet) yang cenderung melebih-lebihkan sesuatu. Pastibanyak dari pembaca yang pernah melihat iklan “menjual mimpi” baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Yangmenyatakan “Dengan Internet Anda bisa kaya dalam semalam”, atau “Dengan Internet Anda bisa mendapat uang sekalipun sedangtidur”. Memang, banyak orang yang kini menjadi kaya raya karena berbisnis di internet. Namun yang pasti itu tidakdidapatkan dalam semalam.
Untuk berhasil dalam bisnis internet diperlukan kerja keras, kesungguhan dan komitmen. Juga memerlukan berbagai strategi.
Sebagai blogger Anda tak perlu melebih-lebihkan sesuatu. Bersikaplah realistis. Dan jujur. Anda juga tak perlu menulis besar-besar bahwa Anda ahli dalam bidang tertentu. Jika Anda rutin membahas tentangtopik tertentu, cepat atau lambat pembaca akan mengenali. Jika yang dipaparkan selalu up to date, selalu membawa nilai daninformasi baru bagi pembaca, maka label “ahli” akan tersemat secara otomatis.
4. Disukai dan dibenci
Pasangan Jokowi-Ahok disukai banyak orang. Itu tercermin pada hasil Pilkada putaran pertama. Namun, seperti yang kita bisalihat, banyak juga yang membenci. Berbagai kampanye hitam dan isu dikembangkan.
Disukai dan dibenci adalah resiko yang harus ditanggung oleh Jokowi-Ahok yang kini menjelma menjadi “selebriti politik”.Dan saya pikir, pasti keduanya telah menyadari resiko ini.
Yang menarik adalah Jokowi-Ahok tidak membalas makian dengan makian. Tidak membalas fitnahan dengan fitnahan. Beberapa saatsetelah nama mereka disebut-sebut oleh Rhoma Irama di sebuah mesjid, Jokowi-Ahok “membalas” dengan elegan. Yakni memutarkaset lagu-lagu Bang Haji ketika bersantap malam!!!
Sebagai blogger, Anda berpeluang untuk disukai banyak orang. Namun peluang untuk disukai sama besar dengan dibenci.
Penulis novel terkenal Stephen King dalam bukunya “On Writing” pernah mengatakan, sangat mustahil tulisan kita untukdisukai semua orang. Bahkan jika tulisan kita disukai sebagian pembaca, itu sudah sangat bagus. Sebagus apapun tulisankita, pasti akan ada yang tidak suka. Ada yang tidak setuju. Dan ada yang membenci.(Sama halnya dengan tulisan ini, pasti ada pembaca yang tidak suka dan mungkin dalam hati berkomentar: Ah menghubungkan Jokowi dengan Ngeblog? Tulisan ini maksa bangettt, hehehehe)
Ketidaksukaan biasanya dilampiaskan dalam komentar, yang memang merupakan fitur wajib di blog. Mulai dari yang halus,menyindir, sambil yang memaki-maki secara terbuka.
Bagaimana seharusnya kita menyikapi komentar bernada makian? Pengalaman saya, tetap tenang. Jangan terpancing. Sebisamungkin arahkan agar diskusi sesuai konteks. Jika si komentator masih tetap ngeyel dan memaki, hadapi saja dengan bercanda.Jangan terlalu disimpan di hati.
Jika memang tak siap dimaki, selektiflah memilih topik. Di Indonesia, peluang Anda untuk dimaki-maki sangat besar jikamenulis topik tentang PSSI, dan Anda secara spesifik menulis bahwa PSSI gak becus. Anda juga bisa dimaki jika menulis tema yang rada sensitif, seperti perselingkuhan (ehm ehm).
Sama halnya dengan Jokowi-Ahok, sebaiknya kita menahan diri untuk tidak membalas makian dengan makian. Dalam sebuahdiskusi, ketika seseorang mulai memaki, sesungguhnya dia sudah merasa kalah. Makian merupakan senjata pamungkas dari pihakyang tak tahu lagi membalas dengan logis, dan memilih cara termudah dengan memaki secara personal.
Jadi jika dalam sebuah perdebatan, setelah berdiskusi panjang lawan diskusi mulai memaki, tersenyumlah. Karena ketika Andamulai dimaki, sesungguhnya itu pertanda bahwa lawan diskusi telah menyerah!!!
p.s
Penghuni rumahkayu kebetulan tidak berdomisili di DKI Jakarta, jadi kami gak punya urusan dengan pilkada DKI. Tulisan ini semata tips untuk ngeblog. Jika punya materi yang cukup, kayaknya menarik juga jika kapan-kapan menulis tentang “Tips Ngeblog ala Foke-Nara”, atau“Tips Ngeblog ala Rhoma Irama” ya? Hehehehe








hehe…bagus siy tulisannya mbk d and mas k…tp hati2 dipanggil kayak roma irama ke panwaslu lho… :p
HIDUP JOKOWI-AHOK! ^__^
*saya juga bukan warga DKI kok