Terorisme Menjadi Lumbung Dollar di Hollywood, Bagaimana di Indonesia?

30 Jun 2013

TERORISME masih menjadi tema yang paling disukai para sineas Hollywood. Bahkan, 12 tahun setelah tragedi 11 September, Hollywood kini tak lagi malu-malu mempertontonkan adegan bernuansa terorisme.

Beberapa film yang menjadi box office selang beberapa bulan terakhir sarat dengan nuansa terorisme, apapun dan kapanpun settingnya.

Film fiksi ilmiah Star Trek Into Darkness yang settingnya ratusan tahun mendatang, misalnya, menceritakan kiprah seorang teroris yang kecewa dengan kebijakan pemerintah dan melakukan teror. Puncaknya adalah jatuhnya pesawat antariksa berukuran raksasa ke bumi, yang membuat ribuan penduduk bumi lari berhamburan.

Nuansa terorisme juga terlihat pada film superhero Man Of Steel. Adegan pamungkas film ini memperlihatkan pertarungana brutal dua alien dari planey Krypton, yakni Kar-El dan Jenderal Zod. Pertarungan brutal ini menghancurkan sangat banyak gedung. Banyaknya gedung yang runtuh membuat tragedi 11 September yang meruntuhkan menara kembar seakan jadi permainan kanak-kanak.

Film yang sekarang menjadi box office, World War Z yang dibintangi Brat Pitt juga bernuansa terorisme. Para teroris bukan manusia biasa. tapi zombie. Jumlah para zombie teroris ini bukan hanya belasan, puluhan atau ribuan. Tapi… jutaan!!!

Bagaimana kengerian dan teror yang disebabkan oleh para zombie ini bisa disimak pada cuplikan filmnya di YouTube

766fcf0747691c074bcfee787c818aa7_world-war-z

Tentu, teroris konvensional juga masih mendapat tempat di Hollywood. Dan yang dituju pun bukan tempat biasa. Tapi White House. istana kepresidenan Amerika Serikat. Para teroris yang beraksi dalam film White House Down ini bukan merujuk ke kelompok agama tertentu di Timur Tengah, tapi organisasi dalam negeri AS.

White House Down merupakan film kedua yang bercerita tentang penyerbuan teroris ke White House. Pada bulan Maret 2013 lalu penikmat film disuguhi film Olimpus Has Fallen, yang bercerita tentang penyerbuan teroris dari Korea Utara ke White House.

Bagaimana Indonesia?

Jika di Hollywood tema terorisme menjadi hal yang biasa dan juga menjadi lumbung dolar, bagaimana dengan Indonesia? Sejauh yang aku amati, belum ada sineas dalam negeri yang tertarik membuat film Indonesia yang bernuansa terorisme. Kalau tertarik, mungkin ada. Tapi keberanian, mungkin tak ada, hehehe. Kelihatannya sineas Indonesia akan berpikir seribu kali membuat film bertema terorisme. Apalagi jika dalam film diceritakan bagaimana para teroris menyerbu Istana Merdeka, misalnya.

Sineas Indonesia masih memilih tema yang aman. Yakni komedi berbalut cinta, horor berbalut komedi, horor bernuansa sedikit panas, komedi yang rada-rada menjurus, atau yang sekarang mulai menjadi tren: film biografi tokoh tertentu.

Belum ada sineas Indonesia yang berani membuat film tentang terorisme. Atau yang terkait dengan penegakan hukum, misalnya korupsi.

Ketika di Hollywood para sineas ‘berpesta’ dengan berbagai kemungkinan serangan terorisme, di Indonesia pada sineasnya lebih suka menangani tema ‘unyu-unyu’ yang (terkadang) konyol.

Mudah-mudahan, kelak, pemerhati sinema Indonesia bisa menyaksikan film dengan tema yang lebih menantang. Film dengan tema terorisme, dengan pelaku dan korban dalam negeri. Ketika jagoan berbahasa Indonesia menghabisi para teroris yang juga berbahasa Indonesia.

Mungkin, hal itu bisa terwujud jika masyarakat Indonesia sudah siap. Jika penegak hukum sudah siap. dan yang lebih penting, jika pemerintah sudah siap.

Entah kapan…..

p.s. love you…


TAGS


-

Author

Follow Me