Jajanan Kaki Lima: Mie Ongklok Wonosobo

27 Aug 2013

Siapa yang tak mengenal mie?

HAMPIR semua dari kita mengenal makanan ini.

Demikian populernya mie, hingga siapa pencipta mie paling awal selama bertahun- tahun menjadi subjek ‘perebutan’ dan perdebatan yang tak pernah putus. Adakah itu bangsa Cina, Italia atau Arab yang menemukan mie?

Menurut artikel yang dirilis oleh BBC, catatan tertulis mengenai mie dapat ditelusuri hingga ke buku yang ditulis pada masa Dinasti Han Timur beberapa waktu antara tahun 25 dan 220 Masehi. Namun tetap saja perbebatan tentang siapa penemu mie pertama kali tetap berlangsung.

Akhirnya pada tahun 2005, diketemukan suatu bukti di situs arkeologi Laija di Sungat Kuning, Cina yang membuktikan bahwa mie pertama kali adanya di Cina. Mie dalam bentuk helai kuning sepanjang 50 cm yang diperirakan berusia 4000 tahun ditemukan dalam sebuah panci kuno di Laija itu.

***

Mie itu memang sedemikian populernya, sehingga variannya begitu banyak dan juga bisa dimasak menjadi beragam jenis hidangan.

Dan…

Dalam perjalanan kami melintasi kota Wonosobo ketika kami hendak menuju Dieng pada suatu hari, kami temukan lagi jenis makanan berbahan dasar mie khas Wonosobo.

Mie Ongklok namanya.

3cdaf22fb49e7974371d3efe59017558_mie-ongklok

Kami mampir mencicipi mie ongklok tersebut yang malam itu kami temukan di kaki lima kota tersebut.

Rasanya? Wah, enak !

Mie ongklok yang kami makan malam itu merupakan mie rebus yang diberi campuran kol dan juga ditambah dengan irisan tahu bacem, diimbuhi irisan daun kucai lalu disiram dengan semacam saus berwarna coklat yang sesaat sebelum dihidangkan juga diberi kecap.

Kukecap- kecap saus mie ongklok ini dan ada rasa ebi (udang kering) yang sangat kuat disana. Kelak karena penasaran, kucoba mencari informasi tentang mie ongklok ini dan kutemukan bahwa memang benar ada ebi di dalam resep- resep kuah mie ongklok yang kubaca.

Mie ongklok ini, biasa dimakan bersama sate sapi berkuah kacang. Satenya, yang juga enak, seperti banyak makanan lain di daerah Jawa Tengah, bercita rasa agak manis.

4089a41faf73d0205497ddda10954f82_sate-wonosobo

Selain sate, di meja juga tersedia beberapa macam gorengan yang rupanya memang biasa pula menjadi teman makan mie ongklok, yakni geblek dan tempe kemul, yaitu tempe berbalut tepung. Kemul, dalam bahasa Jawa berarti selimut.

Sementara itu, geblek merupakan gorengan berbahan dasar saripati singkong. Mirip cireng ( aci, atau kanji goreng ) di Jawa Barat dalam bentuk dan varian yang berbeda.

Oh ya, ada yang unik tentang sate yang dijual di samping mie ongklok ini. Yakni penjual satenya sama sekali tak menyediakan lontong seperti biasanya penjual sate di tempat lain. Jadi sate ini memang benar- benar disediakan untuk dipasangkan dan dimakan bersama mie ongklok saja.

6ce6235a80ca403122e12c45a5149295_gerobak-mie-ongklok

Hmmm. Malam itu, sungguh kunikmati mie dan sate yang terhidang di hadapan kami. Dalam hati kucatat sesuatu, yakni kelak jika kami berkesempatan melintasi Wonosobo lagi, tak boleh terlewatkan satu hal ini: makan makan mie ongklok dan sate khas Wonosobo…

p.s. i love you


TAGS mie ongklok ebi sate sapi wonosobo dieng


-

Author

Follow Me