Tiga Benda yang Sangat Berguna Saat Menjalankan Ibadah Umrah

12 Jan 2014

Aku mencatat adanya beberapa benda yang sangat berguna dan sering digunakan saat aku beribadah umrah.

INI tiga diantaranya:

1. Botol spray ( penyemprot air )

Saat umrah pertama kali tahun 2011, kami berada di Tanah Suci pada bulan Juli. Panas terik disana. Suhu berkisar di angka sekitar 50 derajat Celcius.

Botol spray yang setelah tiba di tanah suci kami isi dengan air zam zam ini sungguh multifungsi.

Jika kami kepanasan, kami bisa menyemprotkan air ini ke muka. Jika haus dan tak berada dekat dengan air, sekedar seteguk dua teguk air bisa didapat dengan menyemprotkan air dari botol ini ke mulut. Dan jika kami hendak shalat, atau berthawaf yang mengharuskan kami dalam keadaan suci dan berwudlu tapi kemudian wudlunya batal, tak perlu repot tergopoh- gopoh pergi ke tempat wudlu yang jauh letaknya. Cukup semprotkan air ini dan berwudlu dengan air ini saja.

Anak- anakku yang lelaki, bahkan menggunakan botol spray itu untuk bergurau dan saling menyemprotkan air . Kerapkali mereka berkejaran di pelataran masjid sambil saling menyemprot saudaranya.

c124b791393113c5278b7380dff259d2_spray-bottle

Umrah yang baru lalu, kami lakukan di bulan Desember- Januari. Suhu udara tak begitu panas. Aku melihat pada suatu hari informasi temperatur di dinding Masjidil Haram menunjukkan suhu 26.5 derajat Celcius di siang hari.

Walau tak terlalu membutuhkannya untuk menyemprotkan air ke muka karena udara tak terlalu panas, tetap saja, botop spray ini sangat berguna untuk urusan batal wudlu sehingga kita tak perlu mondar- mandir keluar masuk masjid untuk berwudlu kembali sebab bisa menggunakan air dalam botol ini. Berwudlu dengan cara ini juga bersih dan tak menyebabkan lantai di sekitar kita menjadi becek sehingga tak mengganggu orang lain.

2. Sarung tangan untuk shalat

Sarung tangan ini berguna untuk para perempuan. Saat shalat, tinggal gunakan sarung tangan yang menutupi punggung tangan tapi terbuka di bagian telapak tangannya ini.

22e3d58a1fb88f3bb9a5b7de5a3f5608_sarung-tangan

Sarung tangan ini menjadi sangat berguna dan praktis jika kita menuju masjid setelah bepergian dan tak sempat kembali ke kamar untuk mengambil mukena. Misalnya, setelah berjalan- jalan atau city tour dan waktu sudah mendekati waktu shalat.

Sarung tangan ini juga berguna jika kita hendak memasuki tempat- tempat yang sangat padat seperti Raudhah atau Hijir Ismail. Dengan membawanya kita mengurangi barang bawaan seperti mukena dan sarung panjang. Sebab bagian tubuh lain sudah tertutup, maka dengan menambahkan sarung tangan ini saja, shalat sudah bisa dilakukan tanpa perlu mengenakan mukena lagi.

3. Tas bertali panjang

8ac257ca712320a56fccf73e39c1aba3_crossbody-bag

Saat umrah yang baru lalu, kepadatan sangat terasa di pelataran Ka’bah. Karena adanya proyek renovasi Masjidil Haram tempat menjadi sangat terbatas, baik untuk area thawaf maupun shalat. Posisi shalat satu orang dengan lainnya sangat berdekatan.

Memiliki tas bertali panjang dengan ukuran sedang sekedar cukup untuk memasukkan dompet, telepon genggam, botol spray, sarung tangan dan barang- barang kecil lain yang dibutuhkan akan sangat berguna.

Saat shalat di tempat yang padat, kita tak perlu mencari tempat di depan atau samping kita untuk meletakkan tas. Kita bisa shalat dengan tas tetap tersilang di badan.

Cara ini juga aman, sebab kita bisa fokus pada kegiatan shalat dan berdoa tanpa harus sibuk mengawasi tas seperti jika kita meletakkan tas di lantai.

Oh ya, tentang isi tas-nya, bagi perempuan, yang saat ini masih dilarang adalah membawa kamera yang memang khusus kamera. Namun telepon genggam berkamera diijinkan dibawa masuk baik ke Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram.

Ini memudahkan jika perlu berkomunikasi. Saat umrah pertama kali tahun 2011 yang lalu, jangankan yang berkamera, bahkan telepon genggam tanpa kamera-pun saat itu seringkali tak diijinkan dibawa oleh jamaah perempuan.

Nah, itu catatanku tentang tiga benda yang menurutku sangat perlu dimiliki dan dibawa saat beribadah umrah…

p.s. Tulisan ini merupakan tulisan ke-10 dari serangkaian tulisan catatan perjalanan ziarah ke Madinah dan ibadah umrah ke Mekah Desember 2013 - Januari 2014


TAGS umrah tanah suci masjidil haram masjid nabawi mekah madinah


-

Author

Follow Me