Sandal Jepit Memang Juara ! (Saat Asisten Rumah Tangga Pergi Umrah)

11 Feb 2014

Ini cerita saat para asisten rumah tangga kami umrah akhir tahun yang lalu…

DUA orang asisten rumah tangga kami, satu yang tinggal di rumahku, satu lagi di rumah ibu, yakni mbak S dan Yu K, seperti pernah kuceritakan sebelumnya, bergabung bersama kami pergi ke Tanah Suci akhir tahun lalu.

Sebab kami mendapatkan informasi bahwa di Tanah Suci cuaca sedang dingin, dan perjalanan ke Tanah Suci itu juga nantinya akan disambung dengan perjalanan beberapa hari ke Turki — juga musim dingin disana — kami pastikan bahwa para asisten rumah tangga kami itu memiliki kaus kaki dan sepatu yang jika dipakai akan cukup menghangatkan.

Kaus kaki dan sepatu, memang bukan hal yang biasa mereka gunakan sehari- hari. Dan bagi Yu K, mungkin membuatnya merasa kurang nyaman…

d1c5a0df9ee8c877eb03b16774fe1e51_sandal-jepit-1

Pagi hari di hari keberangkatan, kami dapati Yu K, asisten rumah tangga ibuku, masih menggunakan sandal jepit. Padahal kami sudah akan berangkat sebentar lagi. Maka, kami katakan padanya untuk segera menggunakan sepatu.

Hal yang dilakukannya dengan enggan.Dan memang sepertinya bukan sesuatu yang tadinya hendak dia lakukan. Sebab saat kami mengingatkannya untuk menggunakan sepatu, ternyata dia harus membongkar tas-nya sampai ke dasar, untuk menemukan sepatu tersebut.

Waduh.

Tapi, digunakannya juga sepatu itu.

***

Kami tiba di bandara agak awal. Sebab hari Jumat ketika itu, dan walaupun jadwal keberangkatan pesawat kami adalah sore hari, agar tak tergesa, kami putuskan untuk tiba di bandara sebelum shalat Jumat sehingga para lelaki di rombongan kami bisa shalat di bandara, lalu menunggu saja disana sampai waktu keberangkatan.

Beberapa jam kami menunggu jadwal keberangkatan. Shalat Jum’at bagi para lelaki, shalat dhuhur bagi para perempuan, lalu makan siang, kami lakukan semua di bandara. Sampai akhirnya, tiba juga waktunya kami menerima boarding pass dan lalu berjalan menuju imigrasi untuk pemeriksaan passport.

Nah, waktu mengantri menanti giliran di imigrasi itulah, aku kebetulan melihat ke arah kaki Yu K yang mengantri di barisan depanku, dan….

Walaahhhhh…

Ternyata dia sudah kembali mengenakan sandal jepit yang tadi pagi dikenakannya !

Sandal jepit hijau, yang memang sehari- hari dia gunakan.

Kujawil tangan ibuku, menunjukkan pada ibu apa yang kulihat.

Ibu menanyakan pada Yu K, kemana sepatunya. Pertanyaan yang oleh Yu K dijawab dengan cengiran lebar dan menunjukkan sepatu yang dimaksud di dalam tasnya.

Ya ampun.

Tak kuperhatikan lagi setelah itu apakah Yu K akhirnya mengganti sandal jepitnya dengan sepatu atau tetap menggunakan sandal jepit itu saat naik ke dalam pesawat.

Ya sudahlah, biar saja. Kali ini guyonan ‘naik pesawat tidak boleh pakai sandal jepit’ (bolehnya pakai tiket) tak berlaku, sebab dia toh memang memiliki tiket dan boarding pass untuk turut serta terbang dalam pesawat sore itu. He he he.


TAGS umrah tanah suci mekah madinah turki arab sandal jepit


-

Author

Follow Me