Asisten Rumah Tangga Kami Terkurung di Toilet Pesawat Terbang

13 Feb 2014

Ini cerita kocak lain dari perjalanan ke Tanah Suci dengan para asisten rumah tangga kami…

PENGATURAN tempat duduk di pesawat saat umrah agak merepotkan kami yang berangkat dalam rombongan besar. Baik saat umrah dua tahun yang lalu maupun di akhir 2013 kemarin, kudapati bahwa boarding pass diproduksi berdasarkan urutan abjad nama seseorang. Akibatnya, jika kita berangkat dengan keluarga, tempat duduk satu keluarga itu bisa terpencar- pencar.

Maka, terjadilah ‘transaksi’ pertukaran tempat duduk antara sesama anggota rombongan di atas pesawat. Kegiatan yang sungguh tidak nyaman dan merepotkan menurut aku.

Kami berangkat umrah dengan anak- anak, dengan ibu, dan para asisten rumah tangga serta beberapa kerabat lain. Bayangkan betapa banyak jumlah kursi yang harus kami tukar agar kami bisa duduk berdekatan.

Betapapun kami berusaha, pada akhirnya kami tak berhasil duduk berderetan dengan mbak S, asisten rumah tangga kami, dan Yu K, asisten rumah tangga di rumah ibu.

Mbak S duduk di deret belakang kami, sementara Yu K duduk beberapa deret di depan kami. Akibatnya, kami tak bisa langsung memandu dan membantu mereka yang baru pertama kali terbang dengan pesawat untukurusan- urusan memasang seat belt, mencari cara membuka wadah makanan (Yu K hampir tak memakan bagiannya sebab tidak tahu bagaimana cara membuka alumunium foil yang menutupi wadah makan tersebut), dan juga, urusan ke kamar kecil.

***

Tentang kamar kecil, ceritanya menjadi panjang.

Larut malam, rupanya Yu K ingin ke kamar kecil.Dimana letaknya, ditunjukkan oleh pramugari.

Nah tapi, sang pramugari kan tak menanti sampai Yu K selesai keluar dari kamar kecil. Padahal… di sinilah letak kesulitannya, sebab, Yu K tak tahu cara membuka pintu kamar kecil di pesawat !

Tak seperti mbak S yang buta huruf, Yu K sebenarnya bisa membaca. Keduanya, semenjak bekerja pada keluarga kami, diajari membaca. Yu K kemudian bisa membaca dan menulis tapi mbak S sepertinya sudah menganggap dirinya sendiri tak mampu belajar membaca sehingga tetap buta huruf hingga saat ini.

Tapi, walau bisa membaca, Yu K tidak bisa berbahasa Inggris. Sementara petunjuk cara membuka pintu di pesawat, tertulis dalam bahasa Inggris. Jadi, dia tidak mengerti. Padahal cara membuka pintu pesawat memang agak unik dan bisa jadi membingungkan bagi yang tak terbiasa.

Akibatnya… sukseslah Yu K terkurung dalam toilet di pesawat tanpa bisa keluar.

Ya ampun !

Yu K akhirnya bisa keluar setelah mengetuk- ngetuk pintu toilet dari dalam. Suara ketukannya tersengar oleh seseorang yang mengantri toilet di luar dan lalu mendorong pintu toilet tersebut hingga terbuka.

af6a7647ec2c7b5638861b84bc72afb8_pintu-toilet

Saat aku mendengar cerita ini keesokan harinya, aku setengah geli, setengah merasa bersalah.

Sungguh, dalam begitu banyak urusan yang harus diselesaikan agar kami bisa memberangkatkan para asisten rumah tangga kami ke Tanah Suci ini, dari kerumitan pengurusan dokumen kelahiran, sampai upaya untuk mereka agar bisa memahami bagaimana situasi di Madinah dan Mekah, serta bagaimana rangkaian ibadah yang kami akan lakukan, termasuk menunjukkan pada mereka video- video serta siaran langsung di televisi yang menunjukkan situasi di Tanah Suci, betul- betul tak terpikir bagi kami urusan mengajarkan pada mereka bagaimana cara membuka pintu toilet pesawat. He he…

***

Omong- omong, tanpa bermaksud merendahkan, setelah kejadian itu terpikir olehku bahwa kejadian serupa kemungkinan juga banyak terjadi pada musim haji, ya? Sebab ada banyak orang yang baru pertama kali bepergian dengan pesawat.

Aku jadi ingin tahu, apakah pengetahuan praktis tentang apa dan bagaimana situasi dalam pesawat (termasuk cara menggunakan toilet serta cara membuka pintu toilet) diberikan pada para calon jamaah haji sebelumnya atau tidak. Jika tidak, maka bisa jadi insiden orang terkurung di dalam toilet pesawat seperti yang dialami Yu K akan berulangkali terjadi…

p.s. luv u…


TAGS toilet pesawat umrah


-

Author

Follow Me