• 26

    Aug

    5 Lagu Anak Yang Pernah Menghebohkan Indonesia

    ADA suatu masa ketika lagu anak-anak menjadi raja di negeri sendiri. Ketika lagu anak-anak digandrungi, tak hanya oleh anak-anak namun juga orang tua. Ada banyak lagu anak yang pernah ngetop di Indonesia. Namun hanya beberapa yang bisa membuat heboh, dibicarakan masyarakat, bahkan syair dan nada lagunya masih diingat orang bertahun-tahun kemudian. Lagu anak apa saja yang pernah menghebohkan Indonesia? 1. Si Komo Lewat Jalan Tol - Melisa Tak banyak lagu anak yang memaparkan realita kehidupan sehari-hari, terutama kemacetan yang terjadi di Jakarta. Dan ini yang dipaparkan dalam lagu Si Komo Lewat Jalan Tol. Yang berkisah tentang kemacetan yang terjadi karena si Komo lewat. Lagu ini sempat menjadi bahan diskusi orang dewasa di masa itu, karena banyak yang menilai karakter si Komo dalam l
  • 5

    Jan

    Menjadi Orang Tua itu Tidak Mudah

    Menjadi orang tua itu tidak mudah… SERING sekali kita mendengar kalimat semacam itu. Bahwa menjadi orang tua itu tidak mudah. Sebab tak ada sekolah untuk jadi orang tua, sehingga seringkali kita menjalaninya dengan cara trial and error. Sebenarnya di satu pihak, walau tak ada sekolah formalnya, kini sudah ada banyak buku dengan beragam judul dan topik tentang cara membesarkan anak yang dapat dijadikan referensi oleh orang tua. Mulai dari janin baru terbentuk hingga cara mendidik dan membesarkan cara remaja yang sehatpun bisa kita temukan. Selain buku, ada juga banyak sesi diskusi dan seminar- seminar menyangkut topik- topik tentang parenting dan pendidikan anak. Jadi, ’sekolah’ itu sebenarnya bukan tak ada sama sekali. Namun tentu saja,buku dan seminar- seminar itu tak b
  • 27

    Mar

    Sekolah Itu... Tidak Asyik?

    Sumber gambar: algonac.k12.mi.us Masih ingat post tentang anak- anak, sekolah, dan ijazah yang pernah kutuliskan dulu? SEBELUM melanjutkan tulisan yang terkait dengan urusansekolah danijazah, mari kuceritakan sedikit beberapa hal tentang pemuda cilik di rumah kami, anak tengah penggagas kampanye sekolah itu tidak asyik di rumah kami. Sejak kecil, telah kuamati dia, dan kudapati beberapa hal yang sangat nyata pada dirinya. Dari cara bicara, celetukan- celetukan dan caranya bergurau, aku sudah bisa melihat lompatan- lompatan cara berpikir yang sangat cerdas. ‘Anehnya’, dengan kecerdasan semacam itu, justru amat tampak bahwa anakku yang sangat merasa aman dan nyaman di rumah tak selalu merasa begitu di sekolah. Saat play group, insiden pertama terjadi. Di tengah masa pelajaran
  • 19

    Mar

    Aplikasi Hypnosis dalam Pengasuhan Anak

    Senja yang tenang SEPERTI kebiasaan mereka, si kembar Nareswara dan Nareswari terlelap di jam- jam seperti ini. Sementara Pradipta dengan asyik menumpuk dan menyusun keping- keping kayu membentuk rel kereta yang melingkar- lingkar. Kuti duduk membaca koran. Dee, berada di sampingnya, memotong- motong pepaya ke dalam piring kecil. Salah satu diantaranya diberi kucuran jeruk nipis. Itu piringnya. Dua piring yang lain, untuk Kuti dan Pradipta, tidak diberinya tambahan apapun. Kuti dan Pradipta tak terlalu menyukai tambahan rasa asam pada papaya mereka seperti Dee. Pepaya, yang Dee menyodorkan sepiring kecil pepaya itu pada suaminya. Kuti mengangguk sambil mengucapkan terimakasih. Dipta, panggil Dee kemudian, Ini ada pepaya Ya Bunda, terdengar suara Pradipta menyahut sambil menghampi
  • 26

    Dec

    Mana Lebih Penting: Pencapaian Akademis atau Pendidikan Karakter?

    Suatu pagi di hari libur MOBIL melaju. Tak begitu ramai jalan saat itu. Hari memang masih pagi, mungkin kebanyakan orang baru akan bepergian agak siang nanti. Pradipta sibuk bercengkrama dengan kedua kakak sepupunya, Cintya dan Pratama. Kuti duduk di depan, di kursi samping supir, sementara ayah Cintya dan Pratama berada di balik kemudi. Dee bersama Prameswari, ibunda Cintya dan Pratama, duduk berdekatan sambil mengawasi si kembar yang saat itu sedang tidur. Mereka semua sedang berlibur bersama. Sehari sebelumnya Prameswari menghubungi Dee, menawarkan apakah keluarga dari rumah kayu mau ikut ke ke kebun keesokan harinya. Beberapa pepohonan di kebun yang dimiliki orang tua Cintya dan Pratama rupanya sedang berbuah. Ada duren, Dee, kata Prameswari pada Dee. Rambutannya juga berbuah, samb
  • 4

    Dec

    Mengajar dan Belajar Dari Anak- anak

    Masih tentang sang ABG MELENGKAPI tulisan sebelumnya tentang reaksi sang perjaka cilik di rumah saat kuceritakan mengenai ticket gratis yang kuperoleh, mari kuceritakan lagi hal lain tentang dirinya. Sungguh, dikaruniai anak semacam dia, membuatku juga banyak belajar. Mungkin dengan cara yang agak tak biasa, tapi keunikannya memang memaksaku untuk melebarkan rentang wawasan pemahaman dalam banyak hal. Masing- masing anak memang unik. Dan telah menjadi kesepakatanku dengan suami untuk tak pernah membandingkan satu anak dengan yang lain, sebab kami ingin mereka berkembang sesuai dengan potensinya, sesuai dengan kematangan diri masing- masing, yang mungkin akan diperoleh pada usia dan tahapan yang berbeda untuk masing- masing anak. Jika kami memotivasi mereka, yang kami ajarkan sepenuhn
  • 22

    May

    Anak- anak dan Kerapihan Rumah

    Tentang rumah, dan anak- anak LEBIH dari seminggu terakhir ini, ruang makan rumah kami berubah fungsi menjadi bumi perkemahan. Sebab si kecil anak bungsu kami mendirikan tenda di sana, dan setiap malam berkemah, tidur di tenda Bisa dibayangkan apa yang terjadi dengan ruang makan itu. Sleeping bag, karpet, bantal dan quilt, beberapa buku dan permainan anak- anak ada di sana. Sementara itu meja makan disingkirkan ke dekat pintu, kursi- kursi digeser berjejer di sepanjang dinding. Dan si kecil anak bungsu kami itu setiap hari bergantian menunjuk kakak yang mana yang dia undang hari itu untuk turut ‘ berkemah ‘ bersamanya ( tenda itu hanya muat untuk dua orang, karenanya dia harus memilih satu dari dua kakaknya untuk tidur bersama dia di tenda ). Walau rumah menjadi agak bera
  • 30

    Mar

    Kisah Sepotong Roti

    Hujan gerimis menderas menjadi besar… DEE yang sedang duduk di teras depan rumah bangkit berdiri. Dia hendak menutup jendela kamar dimana si kembar sedang tidur. Saat dia hendak masuk ke rumah dilihatnya seseorang bergegas setengah berlari melintas di muka pagarnya. Dee dengan segera mengenali orang tersebut. ” Sinta! ” panggil Dee. Perempuan itu menoleh. Dee berlari menuju pagar dan membukanya, ” Darimana? Hujan besar. Nggak bawa payung? Ayo masuk saja dulu… “ Hujan makin deras. Tawaran Dee disambut oleh orang yang dipanggil dengan nama Sinta itu. ” Ya deh, daripada basah kuyup, ” katanya. ” Mudah- mudahan hujannya cepat reda, ” kata Sinta lagi. Dee mengangguk. Sinta adalah tetangganya. Rumahnya tak jauh, hanya berselang
  • 23

    Mar

    Memetik Jagung Di...

    Cangkul.. cangkul..cangkul yang dalam… Suara riang lagu kanak- kanak menggema di rumah kayu. Dee bersenandung mengikuti suara dari kaset yang sedang diputar. Kuti tersenyum menyaksikan istrinya bertingkah seperti itu. Sudah sejak lama Kuti tahu bahwa Dee penikmat lagu kanak-kanak dan penggemar buku cerita anak-anak. ” Adik, ayo ikut nyanyi.. ” kata Pradipta pada si kembar, ” Cangkul- cangkul - cangkul yang dalaaammmmm..menanam jagung di kebun… “ Belum selesai Pradipta dengan kalimatnya, Dee tiba- tiba tertawa. Pradipta berhenti menyanyi dan bertanya, ” Kenapa ketawa, Bunda? “ Dee masih dengan tertawa- tawa menjawab, ” Dulu waktu bunda masih kecil, kalau nyanyi lagu ini bunda dan teman-teman bunda suka nakal.. “ Pradipta me
  • 19

    Dec

    Anak- anak Unik, Guru dan Keadilan

    Tentang the gifted children dan keadilan. KEADILAN, bagi anak- anak yang tergolong ‘gifted’ merupakan sesuatu yang sangat penting. Dan sebab pada dasarnya anak- anak ini sensitif, maka mereka juga sangat sensitif terhadap ketidak adilan atau kesewenang- wenangan yang terjadi. Reaksinya terhadap hal semacam ini bisa jadi merupakan hal serius yang membutuhkan proses cukup panjang untuk dapat diatasi. Aku duga,tercederainya rasakeadilan inilah yangmenjadi masalahutama bagi adikku ketika dia mogok sekolah di masa SMP-nya dulu…. *** Satu hal sangat unik tentang adikku yang kuingat adalah apa yang terjadi saat dia duduk di kelas 3 SD.Ketika itu, dia mulai merepotkan gurunya dengan tingkah laku dan pertanyaan- pertanyaan yang gampang- gampang susah. Salah satu diantaranya ad
  • 18

    Dec

    Anak- anak Unik, Sekolah dan Para Guru...

    Masih tentang anak- anak unik. The gifted children. TAK dapat dipungkiri, para bapak dan ibu guru memegang peranan penting dalam perkembangan murid- murid. Baik perkembangan dari segi ilmu pengetahuan maupun dari segi mental pada anak didik. Dan situasi memang tak akan terlalu mudah untuk bagi kedua belah pihak, baik para guru maupun anak- anak yang unik. Dalam hal ini aku tak terlalu mempersalahkan para guru itu. Sebab, bagaimanapun seorang manusia akan menghadapi dan merespons situasi yang dihadapinya sesuai dengan nalarnya. Jadi memang wajar saja jika banyak guru yang tak paham atau kesulitan menghadapi gifted children ini. Menurut apa yang pernah kubaca, hanya 2% dari populasi seluruh manusia di dunia masuk ke dalam klasifikasi gifted. Jika guru tersebut kebetulan tak termasuk ke
  • 15

    Dec

    The Gifted Children

    Masih tentang cita- cita AKU tercengang. Suatu hari, seorang kawanku yang berprofesi sebagai guru menceritakan bahwa salah seorang muridnya yang sangat cerdas tidak diterima di SMA Negeri favorit di kota tempat tinggalnya sebab salah menjawab saat sesi wawancara yang merupakan bagian dari rangkaian test masuk SMA tersebut. Kasihan anak itu. Sebab, menurut aku tak ada yang salah dengan jawabannya. Jadi, saat diinterview, pertanyaan yang diajukan pada anak lelaki cerdas yang baru lulus SMP tersebut adalah apa cita- citanya kelak. Pertanyaan itu dijawabnya dengan, Jadi Presiden Amerika. Lalu jatuhlah vonis. Anak itu tak diterima. Mungkin alasannya karena tidak nasionalis? Aku tak tahu persis. Tapi jawaban itu dianggap salah dan not acceptable. Aku tercengang. Dan prihatin. Memangnya
  • 14

    Dec

    Cita- cita Luhur Itu...

    Tentang cita- cita… BEBERAPA hari yang lalu aku menemani si kecil menonton serial Ipin dan Upin di televisi. Episode hari itu membahas tentang cita- cita. Seperti biasa, yang muncul dalam film tersebut adalah: ingin jadi guru, ingin jadi wartawan, ingin jadi pembuat roket, ingin jadi astronot Aku tersenyum melihat tayangan film tersebut. Teringat pada apa yang terjadi beberapa tahun yang lalu. Teleponku berdering siang itu. Dari guru TK dimana anakku bersekolah. Saat itu menjelang akhir tahun ajaran. Untuk kenang- kenangan, para orang tua yang bergabung dalam BMOG berniat membuat rekaman yang akan diperbanyak dalam sebuah CD untuk dibagikan pada setiap anak. Dalam rekaman itu anak- anak diminta menyebutkan data pribadinya seperti nama, kelas, juga beberapa hal lain termasuk cita
  • 7

    Aug

    Pertunjukan Sulap

    Burung-burung kecil mematuk-matuk di rerumputan DEE tersenyum senang. Akhir minggu yang damai. Dan tak tergesa. Kuti membaca koran pagi di teras. Dee duduk di sampingnya sambil mengobrol dengan Pradipta tentang sekolahnya. Dan dia tertawa ketika Pradipta tiba-tiba seperti baru teringat sesuatu bertanya padanya, “Bunda… Bunda mau lihat sulap nggak?” “Siapa yang main sulap?” tanya Dee masih tertawa. “Aku,” jawab si kecil. Dee tertawa sambil mengangguk. “Ya deh,” jawabnya, “Sulap apa?” Pertanyaannya tak dijawab oleh Pradipta yang sudah berlari masuk ke dalam rumah. Kuti menoleh pada Dee sambil tertawa kecil, “Dia diajari Pratama…” Oh itu, pikir Dee. Kemarin sore Pradipta memang main ke rumah sepupunya,
  • 22

    May

    Mental Juara

    Burung- burung bercericit riang. SUARA gelak tawa terdengar dari halaman rumah kayu. Sebuah tenda yang dipasang tersambung dengan terowongan berbahan serupa menjadi pusat gelak tawa tersebut. Dua orang anak kecil keluar masuk tanpa henti dari ujung terowongan dan dari pintu tenda yang dipasang di halaman rumah kayu. Radya cilik menarik- narik tangan mamanya, ingin bergabung dengan saudara- saudaranya yang sedang bermain di halaman. Dia turun dari pangkuan dan menunjuk- nunjuk ke arah tenda, ” Ma… Kak… Kak… ” katanya. Sang kakak yang ditunjuknya, Kirana, pada saat itu sedang berkejaran dengan Pradipta di sekitar tenda. Dee tersenyum melihat anak- anak itu. Tak ada yang lebih membahagiakan daripada melihat anak- anak yang tumbuh dengan sehat dan gembira. Ana
- Next

Author

Follow Me