• 29

    Mar

    Masih tentang pacaran usia dini

    Suara gerisik kertas koran yang dibalik terdengar di dalam rumah kayu. Kuti sedang membaca koran di ruang tengah. Di ruangan yang sama juga Dee dan seorang gadis remaja keponakan mereka berada. Dee memperhatikan sang gadis remaja yang sedang belajar dan mencoret- coret buku kumpulan soalnya. Setelah beberapa saat, tampak sang gadis remaja bangkit dari duduknya dan mendekati Kuti sambil menunjukkan bukunya. Rupanya ada soal yang hendak dia tanyakan. Kuti mengambil buku gadis itu, membacanya sejenak lalu mengatakan sesuatu pada gadis tersebut yang kemudian mengangguk dan menuliskan sesuatu lagi di bukunya. Dee tersenyum melihat mereka. Ah cepatnya waktu berlalu. Rasanya baru kemarin Dee melihat si kakak, gadis keponakannya itu sebagai anak TK yang berpita di rambutnya, dan tanpa terasa,
  • 29

    Mar

    Tentang pacaran usia dini

    Akhir minggu. Matahari bersinar terang sementara angin berhembus perlahan. Suara pekik tawa Pradipta terdengar jelas di halaman. Dia sedang berlari- larian di sana dengan saudara sepupunya yang dipanggilnya mas. Kuti, Dee dan seorang gadis remaja berada di ruang tengah rumah kayu. Tampak gadis tersebut menggoreskan pensil yang dia pegang di bukunya. Gadis ini luar biasa rajin. Bersama adiknya, akhir minggu ini mereka menginap di rumah kayu, dan bahkan pada saat seperti itu dia tak lupa membawa buku kumpulan soalnya dan menyisihkan waktu untuk belajar. Diam- diam Dee memperhatikan keponakannya, sang gadis remaja berusia tiga belas setengah tahun tersebut. Dee memaklumi kenapa dia membawa- bawa buku pelajarannya bahkan pada akhir minggu seperti itu. Gadis tersebut duduk di kelas 3 SMP. Itu
  • 26

    Mar

    Antara merayu dan sikap bersahabat, apa bedanya ?

    Hari libur. Matahari bersinar cerah di sekitar rumah kayu.Pagi itu, keluarga dari rumah kayu mengawali hari dengan berjalan- jalan menyusuri sungai kecil yang mengalir di dekat rumah mereka. Pradipta bergandengan tangan dengan Kuti turun ke sungai dan meniti bebatuan di sungai berair bening tersebut. Dee yang tidak turut turun ke air berjalan perlahan di tepian sungai dan mengamati dengan bahagia suami dan anaknya yang tertawa- tawa ketika beberapa kali mereka terciprat air sungai tersebut.Sepulang berjalan- jalan, saat Kuti dan Pradipta duduk di teras rumah untuk melepaskan lelah, Dee masuk ke dalam dan kemudian kembali menghampiri mereka dengan tiga gelas air jeruk.Melihat sang bunda datang dengan air jeruk yang segar tersebut Pradipta dengan spontan memeluk bundanya dan berkata senang
  • 23

    Mar

    Anak- anak vs. kebersihan dan keteraturan

    Kali ini, tentang kebersihan.Kita semua tentu pernah mendengar pelajaran tentang bagaimana kebersihan dan keteraturan, sejak sangat belia.Dan saat kita sudah menjadi orang tua, tentu kita juga mengajarkan hal- hal tentang kebersihan itu pada anak- anak. Termasuk juga didalamnya berusaha membuat keadaan di rumah bersih dan tampak teratur.Pentingkah itu ?Tentu.Seberapa penting ?Di sini menariknya… seberapa penting itu rupanya (dapat) berubah dengan berjalannya waktu.Aku mengamati diri sendiri, mengobrol dengan beberapa teman serta mencoba mencari beberapa sumber bacaan dan sampai pada suatu kesimpulan bahwa… rumah bersih dan teratur itu penting, mengajarkan kebersihan dan keteraturan itu penting, tapi… ada hal yang lebih penting lagi dari itu.Apa ?Ini : kebahagiaan anak- a
  • 23

    Mar

    Kapan sebaiknya remaja putri pacaran?

    Masih tentang cinta, dan tahapan dari apa yang disebut sebagai cinta, yakni pacaran… KAMI yakin, sebagian besar atau mungkin seluruh pembaca blog ini pernah pacaran (sekarang mungkin tidak lagi karena sudah menikah, kecuali kalau memilih pacaran diam-diam dengan…). Sebagian teman pembaca blog ini yang masih remaja atau berusia 20-an tahun juga mungkin sedang menikmati indahnya dan manis madunya pacaran. Pacaran kini merupakan hal yang biasa. Namun ada pertanyaan yang menggelitik, dan mungkin bisa kita diskusikan. Yakni: Kapan sebaiknya remaja putri pacaran? Pertanyaan ini sebenarnya diutarakan seorang teman, pekan lalu. Ketika mengantar putrinya mengikuti tes masuk sebuah SMA terkemuka, si teman termangu ketika ditanya sesama ibu-ibu yang juga mengantar putrinya tes. ̶
  • 20

    Mar

    Berkelahi itu boleh jika...

    Suatu hari di rumah kayu. Suara air terdengar dari kamar mandi. Pradipta sedang membersihkan diri setelah bermain. Dee masuk ke kamar mengambil sesuatu. Kuti yang sebelumnya asyik dengan komputernya menghentikan kegiatannya dan mematikan komputer tersebut. Dee keluar dari kamar. Kuti meliriknya dan melihat apa yang dipegang Dee. Obat untuk memar. Tentu untuk mengobati memar di pipi Pradipta tadi. Terdengar suara pintu kamar mandi dibuka. Pradipta keluar dari sana, badannya terbungkus handuk. Dengan cepat dia berjalan ke arah kamarnya seraya menghindarkan pandang dari kedua orang tuanya.Dee bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah kamar Pradipta. Kuti mengikuti istrinya dari belakang.Di kamar, Dipta sudah selesai berganti baju. Dia meraih handuk yang tadi digunakannya dan hendak berjalan
  • 19

    Mar

    Si kecil berdusta, Kuti asyik dengan Facebook....

    Senja menjelang.Si kecil Pradipta berlari memasuki rumah. Seperti biasa, dia baru habis bermain dan kini saatnya mandi.”Eh Pradipta, kenapa pipi kamu?” tanya Dee. Pada pipi kiri Pradipta terlihat seperti memar.”Ah, gak apa-apa bunda. Tadi aku terjatuh,” kata si kecil sambil berlari memasuki kamar mandi.Dee pun beranjak ke beranda, hendak menutup pintu ketika dilihatnya bu Silvy, tetangga sebelah memasuki pekarangan. Silvy adalah ibu Rangga, teman bermain Pradipta.”Selamat sore bu Dee, maaf mengganggu. Gimana keadaan Pradipta? Dia baik-baik aja kan?”Dee tertegun, merasa heran dengan pertanyaan tetangganya. “Pradipta baik-baik saja. Memang kenapa bu?”Kini bu Silvy yang nampak teregun, seperti merasa bingung. “Eh, Pradipta tak cerita?R
  • 17

    Mar

    Tentang cinta ...

    Angin berhembus masuk melalui jendela- jendela lebar di rumah kayu, membuat udara terasa agak sejuk walau matahari terik bersinar di luar.Kuti sedang menuliskan sesuatu di komputernya. Dee datang menghampiri dengan segelas sirup dingin untuknya.” Trims ‘yang, ” kata Kuti.Dee tersenyum dan duduk di samping suaminya. Dia merapatkan posisi duduknya pada sang suami. Kuti tersenyum dan menyambut kemesraan itu. Dengan sebelah tangan, dipeluknya Dee dan dibelainya rambutnya. Setelah beberapa saat, dilepaskannya pelukan itu dan mulai menulis lagi.” Cinta, cinta, cinta… ” Dee membaca tulisan Kuti, ” Mmm… cinta lagi ‘yang, topiknya ? Sumber inspirasi yang tak pernah habis, ya, cinta itu, ” kata Dee tertawa seraya meraih sebuah buku yang te
  • 17

    Mar

    Cinta, Cinta, Cinta...

    Kekuatan cinta.Cinta, konon, bisa membuat orang kuat menjadi lemah dan yang lemah menjadi kuat. Kekuatan cinta tak terbatas, bahkan bisa membuat Anda terbang ke Thailand dan Kuala Lumpur. Gratis.Kok bisa? Ya bisa.Gimana caranya?Caranya mudah. Bahkan sangat mudah. Anda ngeblog, menulis tentang cinta, dan jika dianggap layak, Anda akan ditetapkan sebagai pihak yang bisa terbang ke Thailand.He..he..Sebagian teman-teman pasti sudah paham apa yang aku maksud. Yup, aku memang membicarakan kontes ngeblog yang dibuat oleh blogdetik. Kontes ini terbuka khusus untuk anggota blogdetik, dan syarat keikutsertaan relatif mudah, termasuk memasang banner (untuk syarat, selengkapnya lihat di sini).Apakah rumahkayu ikut kontes ini? Ya, kami ikut. Bukan karena mengejar hadiah (walau kami tentu saja tak kebe
  • 16

    Mar

    Dengarkan apa kata nurani...

    Rumpun- rumpun kenanga dan melati di sekitar rumah kayu menyebarkan wangi ke sekitarnya. Dee dan Kuti duduk di teras rumah kayu yang berada dekat rumpun bebungaan tersebut sambil mengawasi Pradipta yang sedang menjelajahi halaman dengan sepeda kecilnya. Percakapan di antara mereka belum berganti topik. Masih tentang eksperimen psikologi yang pernah dilakukan di suatu universitas tentang kepatuhan seseorang untuk memenuhi perintah dalam suatu sistem kekuasaan. ” Dee, ” kata Kuti membuka pembicaraan, ” Tentang eksperimen yang kamu ceritakan itu… “ ” Ya, kenapa ? ” tanya Dee ” Dalam hasil analisanya, ada tidak disebutkan kenapa kebanyakan orang menuruti saja perintah yang sebetulnya berlawanan dengan kemanusiaan atau prinsip- prinsipnya s
  • 15

    Mar

    Kepatuhan untuk melawan nurani

    Suatu hari di akhir minggu. Pradipta asyik dengan gunting dan kertas warna-warni, sementara Dee dan Kuti sedang mengobrol. ” ‘yang, ” Dee membuka percakapan, ” Seandainya dilakukan survey, dimana seseorang diminta terlibat dalam suatu eksperimen ilmiah yang akan melibatkan dua orang sukarelawan, satu bertindak sebagai guru, yang lain sebagai murid, dan dalam hal ini sang murid akan didudukkan terikat dalam sebuah kursi listrik lalu diminta menghafalkan sederet kata- kata, lalu jika pada eksperimen tersebut sang murid tidak dapat menghafalkan kata tersebut, sukarelawan yang bertindak sebagai guru diminta memberikan hukuman dengan menekan tombol yang akan menghasilkan kejutan listrik pada kursi yang diduduki murid tersebut, apa kira- kira jawaban para sukarelawan t
  • 14

    Mar

    Semua kembali pada hati nurani

    Suatu pagi, harum nasi goreng tersebar ke seluruh rumah kayu. Kuti dan Pradipta duduk menghadapi sepiring nasi goreng. Dee duduk di antara mereka, tetapi bukan nasi goreng yang ada di hadapannya, namun beberapa buah buku. ” Bunda, ” suara Pradipta terdengar, ” Nasi gorengku sudah hampir habis lho…” Dee menoleh dan tertawa pada Pradipta. ” Pintar, ” jawabnya. ” Kalau sudah nanti piring kotornya tolong dibawa ke dapur ya.” Pradipta mengangguk. Dee kembali membaca. ” Dee, ” terdengar suara Kuti, ” Kamu tidak makan ? Lama tak terdengar jawaban. Setelah beberapa saat baru terdengar suara Dee , “Enak nasi gorengnya?” tanya Dee pada Kuti. Kuti mengangguk. Enak. Dia menyendok nasi goreng dari piringnya
  • 12

    Mar

    Masih tentang rayu merayu...

    Pagi belum datang. Masih gelap di luar.” Dee, ” kata Kuti” Hmm… ” jawab Dee sambil merapatkan tubuhnya pada Kuti yang berbaring di sebelahnya.” Kenapa kamu mengatakan bahwa hal yang aku tulis kemarin sebagai ‘teknik merayu’ ? “Dee tertawa, ” Karena memang begitu… “Aduh ! Kuti gemas sekali. ‘ Karena memang begitu’, katanya? Itu jawaban yang tidak menjawab !Dipencetnya hidung istrinya dengan gemas. Dee gelagapan kehabisan nafas.” Aduh, ampun… Lepas dulu… “Kuti melepaskan jari- jarinya sambil tertawa dan bertanya, ” Jadi apa jawabnya tentang merayu tadi ? “” Karena, ” jawab Dee, ” Itu memang merayu ‘yang… “Error, pikir Kuti. Istrinya past
  • 11

    Mar

    Memberi perhatian, atau merayukah namanya itu ?

    Sore hari di rumah kayu.Dee tertawa- tawa berkata pada suaminya, ” Aduh ‘yang… kamu ini nakal sekali, menulis tentang cara memikat si dia itu. “Kuti membalas komentar Dee sambil juga tertawa, ” He he… Tapi itu benar kan ? “Mmmm, Dee terpaksa mengakui, itu benar. ” Iya benar. Itu teknik dasar merayu, kan ? “Eh?! Merayu ? Kuti dengan segera mengoreksi Dee, ” Itu bukan merayu Dee, itu memberi perhatian, dan dengan cara yang halus. “Dee tidak mengacuhkan protes Kuti dan dengan tenang menjawab, ” Menurut definisi yang aku ketahui, itu merayu ‘yang… “” Bukan… ” kata Kuti” Iya… ” jawab Dee” Bukan… ” terdengar suara Kuti” Betul… Itu merayu 
  • 11

    Mar

    Bagaimana memikat hati si dia?

    Masih tentang cinta.ADA banyak cara mencari cinta. Ada banyak jalan guna mendapatkan cinta. Ada banyak lokasi di mana tambatan hati bisa ditemukan.Masalahnya, jika di suatu tempat Anda menemukan seseorang yang cocok, bagaimana membuat agar si dia terpikat? Bagaimana caranya memikat hati si dia?Ada satu teknik kuno, metode dasar yang bisa dilakukan, guna memikat hati. Teknik kuno itu namanya “perhatian”.Perhatian yang bagaimana?Simak kalimat ini: Untuk memikat hati seseorang, berilah perhatian yang lembut. Yang tidak kentara hingga menggelisahkan, namun jangan pula terlalu samar sehingga tidak dipahami.Jadi kuncinya, berilah perhatian, yang lembut, yang mampu membuat dia gelisah, bertanya-tanya, bahkan mungkin membuat tidurnya gelisah. Perhatian yang lembut artinya yang tidak n
- Next

Author

Follow Me