• 8

    Jun

    Pakai Rol Rambut dan Gunting Kuku di Kendaraan Umum, Enggak Banget !

    Suatu pagi di dalam KRL. PAGI yang sibuk, seperti biasa. Penumpang lalu lalang mencari tempat duduk di dalam KRL Jabodetabek. Tak ada pedagang asongan lagi sekarang di dalam gerbong. Entahlah kalau copet, mungkin masih ada, sebab disana- sini masih terdengar cerita tentang orang yang kecopetan di dalam KRL. Tapi kali ini, bukan copet yang hendak kuceritakan, namun…. Opppsss. Aku tercengang. Dan menyembunyikan senyum, terus terang saja. Sejujurnya, aku sih risih. Itu ‘pemandangan kamar tidur’ … atau kamar mandi… atau at least… seharusnya pemandangan yang hanya muncul di area sekitar rumah, area pribadi, kenapa ada di dalam KRL? Eh, ada apa memangnya? Itu lhoooo… pernah lihat nggak… ada rol rambut bertengger di kepala dan pengguna-nya sedang b
  • 18

    Apr

    Di KRL, Semua Pihak Termasuk Ibu Hamil Harus Tetap Santun

    Aku pernah hamil. Bahkan lebih dari sekali. MAKA, kutahu pasti bahwa pada kondisi hamil, energi seorang perempuan akan banyak terserap untuk proses pertumbuhan bayi. Dan karenanya bisa jadi tubuh terasa ‘kurang enak badan’ selama berbulan- bulan. Jadi, tentu saja, selain turut bergembira sebab tahu bahwa kehamilan itu karunia, aku juga merasa bersimpati pada kondisi kelelahan dan kurang enak badan yang dialami para ibu hamil. Namun kali ini, sebagai pengguna kendaraan umum, terutama KRL, aku ingin menyoroti sesuatu tentang kehamilan. Dari sudut pandang yang mungkin tak biasa… *** Sejak KAI menjalankan pola operasi tunggal, menghilangkan KRL ekspres dan mengoperasikan KRL ‘Commuter Line” , kenyamanan menjadi sesuatu yang tak terjangkau. Waktu tempuh berlipa
  • 4

    Apr

    Buruknya Layanan KRL dan Kecanggihan Teknologi yang Membantu

    Pagi ini gangguan perjalanan KRL terjadi lagi. KUALITAS layanan KRL memang perlu dipertanyakan. Sejak PT. KAI memutuskan untuk hanya mengoperasikan satu jenis layanan KRL dari sebelumnya tiga jenis, telah kuduga hal ini akan terjadi. Dulu, ada tiga jenis layanan KRL: Ekspres, Semi Ekspres dan Ekonomi. Harga karcisnya berbeda, waktu tempuhnya berbeda, kualitas layanannyapun tak sama. Lalu, KRL Ekspres ditiadakan. Semua KRL diberhentikan di setiap stasiun, dan secara bertahap KRL Ekonomi ditiadakan. Kini hanya ada satu jenis layanan, yang disebut “Commuter Line”. Kualitas gerbongnya sama dengan yang dulu digunakan untuk KRL Ekspres atau Semi Ekspres, tapi kualitas layanannya..menurut aku sih, seperti kualitas layanan KRL Ekonomi. Asli ala kadarnya. Jadwal perjalanan sering tib
  • 17

    Mar

    Balada KRL: Dari Bau Badan, Lagu Dangdut Hingga Teriakan di Kereta

    Adhawwww.. bau badan itu menusuk- nusuk hidung. SUMBERNYA jelas. Bapak yang duduk di sebelahku di KRL. Duh, terbayang kan, sepanjang perjalanan harus menghirup bau semacam itu? Kucoba ‘menyelamatkan diri’, dengan menyemprotkan body spray ke tangan, tengkuk dan selendangku. Maksudnya, agar jika ada semilir- semilir angin, wangi segar dari body spray yang aku semprotkan itulah yang akan tercium, dan bukan bau badan dari Bapak- bapak yang duduk di sebelahku. Tak bisa mengeluh, memang. KRL ini milik umum. Siapapun bisa naik. Wangi atau tidak wangi. Sudah mandi maupun belum. Jadi, aha ha..siap- siap sajalah kalau sedang bernasib seperti aku hari ini, yang duduk disamping seseorang yang.. — ah, Bapak itu tampak bersih, tapi bau badannya itu lhooo.. menghambur kemana- mana̷
  • 11

    Mar

    Pembunuh Berusia 19 Tahun itu Merindukan Belaian Ayahnya

    Para ayah, kembalilah ke rumah… TADI malam, kulihat siaran televisi, membahas peristiwa yang belakangan ini ramai dibicarakan orang yakni pembunuhan seorang remaja berusia 19 tahun oleh mantan pacar dan kekasih baru sang mantan yang ironisnya juga teman sesekolah saat SMA. Itu perbuatan jahat, kata ibu Elly Risman, psikolog yang diundang sebagai narasumber dalam siaran televisi tersebut. Itu bukan lagi kenakalan remaja. Itu jahat. Dengan prihatin, harus kukatakan bahwa aku menyepakati apa yang dikatakan ibu Elly. Apa yang terjadi, bukan lagi nakal, tapi jahat. Anak remaja, memang sering bertingkah nakal dan lucu. Usianya yang berada di antara anak-anak dan dewasa memang membuat mereka seperti itu Tapi meminta seseorang yang dikenal untuk menemui lalu disetrum, disumpal mulutnya, sam
  • 13

    Feb

    Asisten Rumah Tangga Kami Terkurung di Toilet Pesawat Terbang

    Ini cerita kocak lain dari perjalanan ke Tanah Suci dengan para asisten rumah tangga kami… PENGATURAN tempat duduk di pesawat saat umrah agak merepotkan kami yang berangkat dalam rombongan besar. Baik saat umrah dua tahun yang lalu maupun di akhir 2013 kemarin, kudapati bahwa boarding pass diproduksi berdasarkan urutan abjad nama seseorang. Akibatnya, jika kita berangkat dengan keluarga, tempat duduk satu keluarga itu bisa terpencar- pencar. Maka, terjadilah ‘transaksi’ pertukaran tempat duduk antara sesama anggota rombongan di atas pesawat. Kegiatan yang sungguh tidak nyaman dan merepotkan menurut aku. Kami berangkat umrah dengan anak- anak, dengan ibu, dan para asisten rumah tangga serta beberapa kerabat lain. Bayangkan betapa banyak jumlah kursi yang harus kami tukar
  • 11

    Feb

    Sandal Jepit Memang Juara ! (Saat Asisten Rumah Tangga Pergi Umrah)

    Ini cerita saat para asisten rumah tangga kami umrah akhir tahun yang lalu… DUA orang asisten rumah tangga kami, satu yang tinggal di rumahku, satu lagi di rumah ibu, yakni mbak S dan Yu K, seperti pernah kuceritakan sebelumnya, bergabung bersama kami pergi ke Tanah Suci akhir tahun lalu. Sebab kami mendapatkan informasi bahwa di Tanah Suci cuaca sedang dingin, dan perjalanan ke Tanah Suci itu juga nantinya akan disambung dengan perjalanan beberapa hari ke Turki — juga musim dingin disana — kami pastikan bahwa para asisten rumah tangga kami itu memiliki kaus kaki dan sepatu yang jika dipakai akan cukup menghangatkan. Kaus kaki dan sepatu, memang bukan hal yang biasa mereka gunakan sehari- hari. Dan bagi Yu K, mungkin membuatnya merasa kurang nyaman… Pagi hari di h
  • 21

    Jan

    Kebakaran di Musim Banjir

    Telepon di rumah kami berdering dini hari tadi. SUAMIKU meraihnya. Aku terduduk di tempat tidur dan melirik jam. Jam 3 pagi ! Telepon itu memberitakan bahwa rumah di belakang rumah kami kebakaran. Mulanya kami pikir, kebakaran terjadi di belakang rumah yang kami tinggali. Tapi bukan. Rumah yang terbakar itu, ternyata rumah yang berpunggungan dengan rumah lama kami. Di kompleks yang sama dengan rumah yang kami tempati kini, di blok lain. Rumah itu rumah pertama kami. Rumah mungil yang kami beli saat kami belum lama menikah . Bertahun kami tinggal disana sampai kemudian kami memiliki rejeki untuk pindah ke rumah baru yang lebih luas, rumah kami yang sekarang. Tetap di kompleks yang sama. *** Wah, pikirku. Kalau sampai api merambat… Kutepis pikiran buruk itu. Jika aku mencerna dengan b
  • 9

    Jan

    Rindu Kembali ke Tanah Suci

    Kini aku percaya. Sebab sudah dua kali mengalami. DULU, sebelum aku berkesempatan mengunjungi Tanah Suci, sudah banyak kudengar cerita, bahwa sekali perah mengunjungi Tanah Suci, maka akan selalu muncul kerinduan dalam hati untuk kembali kesana lagi. Lagi. Dan lagi. Dan itulah yang kini terasa mendesak- desak di dada. Walau kali ini sudah aku prediksi, tetap saja rasa rindu itu melimpah ruah. Rindu yang terasa manis, tapi juga agak nyeri terasa. Rindu yang mencubit- cubit hati. Rindu yang menimbulkan rasa bahagia tapi sekaligus juga membuat mataku tergenang basah. Rindu ingin kembali ke Tanah Suci. Ingin kembali berziarah ke Madinah. Kembali ke Mekkah. Masjid Nabawi. Dok. pribadi Rasa ini, juga muncul semenjak dua tahun yang lalu. Setelah umrah yang pertama di tahun 2011, kerinduan se
  • 2

    Jan

    Catatan Perjalanan: Drama Berjudul 'Ngepak Koper'

    Tentang perjalanan. Dan urusan koper. ADA satu hal yang berhubungan dengan urusan perjalanan yang tak pernah bisa kulakukan dengan baik, yaitu ngepak koper. Kekacauan selalu terjadi jika aku harus menyelesaikan urusan ngepak itu. Dulu saat lajang, jika bepergian dengan teman- teman, mudah menandai yang mana koperku. Cari saja koper yang paling besar, itu pasti koper milikku. Saking tidak efisiennya cara aku mengepak, jumlah barang yang sama jika aku yang melakukannya bisa memakan ruang lebih besar dari kebanyakan orang lain saat mengepak koper. Atau, jika tidak lebih besar, jumlahnya ya lebih banyak. Teman- teman baikku sudah hafal kebiasaan ajaib ini. Saat menikah, aku terselamatkan oleh suami yang ternyata justru piawai melakukan hal tersebut. Maka, setiap kali bepergian, urusan koper m
  • 14

    Dec

    Bingung Memutuskan Nama Kakek untuk Mengurus Visa Arab Saudi

    Kami sekarang sedang ‘menghitung hari’… MENANTI waktu keberangkatan untuk beribadah umrah yang makin mendekat. Melantunkan doa- doa dalam hati, semoga kami diberi kesehatan, keselamatan, rejeki dan perlindungan hingga dapat berangkat sesuai rencana dan dilancarkan serta dimudahkan semua urusan sejak keberangkatan hingga kepulangan nanti. Rindu itu, makin mendesak- desak di dada. Gemuruh rindu dan kegembiraan membayangkan tak lama lagi kami akan berangkat ke Tanah Suci terasa dalam setiap hembusan nafas. Ah, akhirnya… akhirnya. Setelah begitu banyak hal yang perlu diurus, yang ternyata memakan banyak waktu dan menimbulkan rasa kebat- kebit di hati karena hal- hal diluar dugaan terutama tentang kerumitan pengurusan dokumen- dokumen yang dibutuhkan untuk pengurusan p
  • 6

    Aug

    Memangnya Kalau Jenderal Tak Perlu Antri ?

    Beberapa hari yang lalu, kubaca peristiwa yang riuh dibicarakan di media… ADA remaja (yang mengaku- ngaku) anak jenderal memaksa polisi membuka portal jalur bus Trans Jakarta. Waduh. Keterlaluan ya? Iya, sih. Tapi.. anak remaja itu aku rasa hanya meniru. Apa yang dilakukannya jelas tidak benar, namun jika dipikir- pikir, darimana dia mendapat akal serupa itu? Dan (buktinya) petugas toh membuka juga portal bus Trans Jakarta itu, kan? Jika dia tidak membawa kartu nama seorang jenderal dan mengaku sebagai anaknya, rasanya walau remaja itu bersikeras serupa apapun, tak akan portal tersebut dibuka. Artinya: ada alasan dibalik itu. Jelas sudah menjadi rahasia umum bahwa jika sudah dikait- kaitkan dengan seorang jenderal, maka jalan pintas akan bisa dibuka. *** Gambar: www.thesun.co.uk A
  • 4

    Aug

    Apakah Anda Sombong Tapi Rendah Hati (Atau Rendah Hati Tapi Sombong) ?

    Ilustrasi (foto: memegenerator.net) Sombong tapi rendah hati? Memangnya ada orang yang sombong namun rendah hati? Ternyata ada. Setidaknya itu yang aku saksikan dalam salah satu episode serial NCIS: LA beberapa waktu lalu. Berawal ketika Junior Special Agent Kensi Blye yang baru pulang dari gym mengeluh. “Heran deh. walau aku keringatan, walau aku kumal, tetap ada aja cowok-cowok yang ngajak kenalan,” kata Kensi. Rekan Kensi, Special Agent G. Callen dan Senior Field Agent Sam Hanna pun menimpali. “Itu yang namanya sombong tapi rendah hati…” “What? Aku gak sombong kok,” timpal Kensi. “Oh, kau sebenarnya bermaksud menyombongkan diri, namun diungkap dengan rendah hati,” kata Sam. “Secara tidak langsung kau mau bilang, sekalipun
  • 27

    Jul

    Seharusnya Para Pejabat PT. KAI dan KCJ Naik KRL Setiap Hari

    Gambar: www.rimanews.com Naik KRL kini makin menyiksa. TAPI bisa apa? Tak ada pilihan sama sekali. Jenis KRL Jabodetabek kini hanya ada satu macam, KRL ‘Commuter Line’ itu. Pelayanan KRL saat ini lebih baik? Ah sudahlah, jangan lagi kekecewaan dan kekesalan ini ditambah dengan harus mendengarkan omong kosong semacam itu. Penumpang tak ingin mendengar urusan teknis, atau beragam kilah yang biasa dikeluarkan oleh para pengambil keputusan di PT. KAI/ KCJ untuk buruknya pelayanan KRL. Yang dilihat outputnya saja. Tepat waktukah kereta? Tidak. Nyamankah? Haduh. Sudahlah, kata nyaman sudah harus dihilangkan dari kamus. Aman? Bukan hanya copet atau kemungkinan terjadinya pelecehan seksual yang menjadi lagu lama, namun sejujurnya, makin lama aku makin ngeri. KRL d
  • 30

    Jun

    Terorisme Menjadi Lumbung Dollar di Hollywood, Bagaimana di Indonesia?

    TERORISME masih menjadi tema yang paling disukai para sineas Hollywood. Bahkan, 12 tahun setelah tragedi 11 September, Hollywood kini tak lagi malu-malu mempertontonkan adegan bernuansa terorisme. Beberapa film yang menjadi box office selang beberapa bulan terakhir sarat dengan nuansa terorisme, apapun dan kapanpun settingnya. Film fiksi ilmiah Star Trek Into Darkness yang settingnya ratusan tahun mendatang, misalnya, menceritakan kiprah seorang teroris yang kecewa dengan kebijakan pemerintah dan melakukan teror. Puncaknya adalah jatuhnya pesawat antariksa berukuran raksasa ke bumi, yang membuat ribuan penduduk bumi lari berhamburan. Nuansa terorisme juga terlihat pada film superhero Man Of Steel. Adegan pamungkas film ini memperlihatkan pertarungana brutal dua alien dari planey Krypton,
- Next

Author

Follow Me