• 12

    Jan

    Selingkuh a-la ayam goreng?

    Senja temaram.PASANGAN di rumahkayu mendapat kunjungan teman lama, Ra Tanca, yang kini telah menjadi pengusaha (muda). Kuti menemani Tanca ngobrol di teras, ditemani kopi pahit dan pisang goreng yang masih hangat.Kuti dan Tanca lalu terlibat dalam ‘obrolan lelaki’, yakni mendiskusikan klub mana yang akan menjadi jawara Liga Champions, bagaimana peluang Valentino Rossi dan Casey Stoner dalam MotoGP 2009, dampak putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal legislator peraih suara terbanyak, dan topik yang menjadi favorit setiap lelaki: seks.”Malam minggu kemarin aku menemani klien dari luar kota,” kata Tanca. “Dia minta dicariin cewek. Aku lalu bawa dia…” kata Tanca sambil menyebut sebuah lokasi terkenal. “Cewek di sana mantap punya. Masih muda dan b
  • 14

    Dec

    Lagu dan Senandung Indah Pernikahan

    Suatu sore, seorang suami dan istri yang baru saja pindah ke rumah kayu sedang membongkar dus-dus berisi buku-buku mereka berdua dan menyusunnya di dalam rak di rumah kayu itu.Ketika membuka dus milik suaminya, sang istri menemukan buku “Sabda Sang Guru”. Dengan segera istri di rumah kayu itu mengenali buku tersebut, ” Hmm, Kahlil Gibran, ” gumamnya dalam hati. Dan dengan refleks, dibukanya buku itu lembar demi lembar, menikmati keindahan setiap kata.Suaminya segera menyadari bahwa istrinya yang tadi sibuk menaruh buku-buku menjadi diam tak bergerak dan memaklumi ketika dia melihat buku yang dipegang istrinya.Buku itu miliknya, buku lama yang sudah dibacanya berulang-ulang dulu.” Baca apa ‘yang? ” tanyanya pada sang istriIstrinya, setengah bermimp
  • 11

    Dec

    Tentang Gejolak yang Mulai Membakar: Perbedaan itu

    Perempuan dan laki-laki memang diciptakan berbeda, secara fisik, psikologis serta seksual.Hal ini perlu dipahami kedua belah pihak.Uraian di bawah ini tidak akan menyertakan hal-hal yang berhubungan dengan nilai-nilai sosial maupun aturan agama. Kita semua memahami bahwa aturan sosial itu ada dan aturan agama juga mengatur tentang hal ini, dan karenanya manusia akan harus selalu mengendalikan diri sesuai norma/ aturan tersebut.Tetapi sekali lagi, hal itu tidak akan menjadi titik berat tulisan ini, yang akan dituliskan disini adalah apa yang secara alamiah terjadi tanpa memperhitungkan aturan-aturan yang berlaku.Lagi, mengenai perbedaan yang akan dapat diselaraskan jika lelaki dan perempuan saling memahami.Secara alami, laki-laki akan dengan mudah bergerak dari tahapan “Wow!” d
  • 11

    Dec

    Gejolak yang Mulai Membakar...

    SEPOI angin menusuk tulang. Dee melangkah gelisah. Setelah menarik nafas berkali-kali dia akhirnya mendekati sang suami.Sang suami tercinta, Kuti, masih asyik membaca cerita silat. Dia terhanyut dalam kisah yang terjadi di dunia kangouw, yang jagoannya punya kemampuan ginkang, gwakang, iweekang dan berbagai ‘kang-kang’ lainnya.”Yang…” kata Dee. Suaranya bergetar karena gugup. “Ada yang ingin aku bicarakan…”Kuti menutup cerita silatnya, dan menatap sang istri dengan mesra. “Kamu mau bilang kalo gak lagi haid?”Dee terbelalak. Walau sejak pacaran dia sudah tahu kalau mereka berada dalam ‘frekuensi yang sama’, namun Dee tetap tak mampu menyembunyikan rasa terkejutnya.”Ka… kamu udah tau?” Dee bertanya ter
  • 6

    Dec

    Mencinta : dengan Raga atau Jiwa ?

    Suatu malamDi sebuah rumah kayuDi Negeri di Awan …Seorang suami yang baru saja menempati rumah kayu rumah cinta bersama dengan istrinya mengangankan ~ malam pertama ~ yang merupakan saat dimanamereka menyatukan jiwamenyatukan raga: Lalu : mengapa… dia menoleh ke samping dan Dilihatnya di ranjang berukir ituistri dan seorang anak kecil yang mungil Terlelap… ~ Dalam damai… Terserap~ Dalam mimpi yang dalam ~ Ini mimpi atau nyata, pikirnyaAdakah aku akan menyatukan raga dan jiwaBersamanya? Pikir suami itu, sambil kembali menatap istrinyaYang terlelap dan sungguh tampak polos ~ Tak berdosa…Dan…Barulah dia teringat…: BaruTersadar…Oh, keluhnya…Inilah kesalahanku yang terbesar !Fatal errorku yang pertamaSaat Ingin membangun mimpi danPindah ke
  • 6

    Dec

    Terbang ke Kahyangan : Mimpi atau Nyata ?

    Suami yang baru saja menikah dan mengajak istrinyatinggal di rumah kayu nan damai itu menutup bukunyaSetelah selesai membaca puisi yang ditulis oleh Chairil Anwar bertahun silam.Dia menyukai rumah kayu ini… Dia menyukai lingkungan sekitarnya dimana ada sungai ~Bunga liar … rumput hijau …kelinci putih yang berlompatanSerta pohon willow yang daun-daunnya merunduk menyentuh ~ air…Semua indah…Semua … sangat indah…Sampai dia tadi harus mencubit lengannya sendiri untukMemastikan bahwa semua ini nyata, bukan mimpi…Eh?! Bukan… Mimpi??!!!Dan dia menengok ke samping…Mereka belum sempat mengisi rumah itu dengan banyak barangSatu-satunya perabot yang ada di dalam rumah kayu itu adalah~ Ranjang besar berukir ~: Dia yang membelinyaDia usahakan
  • 6

    Dec

    Mirat Muda, Chairil Muda

    di pegunungan 1943 Dialah, Miratlah, ketika mereka rebah,Menatap ke dalam pandangannya coba memisah matanya menantang yang satu tajam dan jujur dan yang sebelah Ketawa diadukannya gigi padamulut Chairil; dan bertanya: Adakah adakah kau selalu mesra dan aku bagimu indah ? Mirat raba urut Chairil, raba dadaDan tahulah dia kini, bisa katakanDan tunjukkan dengan pasti di mana menghidup jiwa, menghembus nyawa Liang jiwa-nyawa saling berganti. Dia rapatkan. Dirinya pada Chairil makin sehati; hilang secepuh segan, hilang secepuh cemas Hiduplah Mirat dan Chairil dengan deras menuntut tinggi tidak setapak berjarak dengan mati ( Chairil Anwar )…………………………………………………………
  • 5

    Dec

    Bolehkah Aku Menghitung Pori-porimu?

    Bolehkah aku menghitung pori-porimu? ~ Kan kuhitung dengan jemari, merasakan kulitmu yang halus seperti sutra, kujelajahi dengan jemari tuk merasakan keindahanmu Bolehkah aku menghitung pori-porimu? ~ Kan kuhitung dengan bibirku, sambil menyerap aroma tubuhmu yang wangi seperti mawar hutan Aku tak peduli apakah pori-porimu berkurang satu atau seribu, atau ada yang mengerut dan ada yang mengembang Aku tak peduli kendati pori-porimu bermandikan keringat dan terasa asin Bolehkah aku menghitung pori-porimu? ~ Kan kuhitung bersama keping es yang membeku, dicampur tetesan madu dan susu, biar kau menggelinjang, menggeliat dan merintih Bolehkah aku… Hah? Apa? Ah, kenapa kamu gak bilang dari tadi? Sialan….. (Sambil menggerutu sang suami menghentikan rayuan gombalnya, setelah sang istri
-

Author

Follow Me