• 28

    Apr

    Kalau Cinta, Kenapa Menyakiti?

    KISAH ini terjadi suatu hari ketika aku mengajak istriku dan si kecil jalan-jalan di mall dan berakhir di play land. Menjelang malam, ketika semua sudah capek, kami memutuskan ke restoran untuk memberi si kecil makan. Berdasarkan pengalaman, jika sudah capek dia tertidur di mobil dan akan sukar membangunkan jika sudah di rumah. Dia bisa rewel dan bisa-bisa malam itu dia tak makan. Di restoran kami memesan nasi goreng untuk si kecil. Aku dan istriku mencicipi jus. Ketika kami sedang memperhatikan si kecil (yang seperti biasa menolak disuapi dan makan sendiri, walau nasi goreng yang tercecer lebih banyak dibanding yang masuk ke mulutnya), tiba-tiba terdengar… Gubraaakkk……. Satu botol minuman ringan bersoda pecah di lantai, persis di sebelah kami. Seorang anak perempuan be
  • 2

    Apr

    Kolaborasi Menulis: Bagaimana Caranya?

    Teknik kolaborasi itu… ADA banyak salah duga yang terjadi di kalangan pembaca blog rumahkayu, terutama para pembaca yang mengikuti tulisan- tulisan di blog duet kami ini sejak hari- hari perdananya. Yang terbanyak, mengira serial yang berisi cerita tentang sebuah keluarga dengan tokoh- tokoh bernama Kuti, Dee dan anak- anak mereka Pradipta, Nareswara dan Nareswari adalah true story. Bahwa yang tertulis itu ditulis oleh sepasang suami istri beneran, kisah tentang keluarga mereka. Berulang kali kami menjelaskan bahwa itu fiksi, lalu ada lagi pembaca baru yang mengiranya true story. Kami jelaskan lagi, ada lagi yang muncul dengan pemikiran yang sama. Begitu terus berulangkali. Kebingungan itu sebenarnya cukup beralasan. Yang terutama adalah sebab kami menggunakan nama tokoh yang sama
  • 6

    Jan

    Adegan Berbahaya di Film 5 cm

    Gambar: log.viva.co.id Tentang film 5 cm. Dan adegan berbahaya yang tak boleh ditiru… Gambar- gambar muncul di layar di hadapan kami. Adegan- adegan dan percakapan mengalir sambung- menyambung. Kami — aku dan anak- anakku yang beranjak remaja — sedang menonton film 5 cm sore itu. Film itu ringan, menghibur, dan gambar- gambarnya menarik. Beberapa adegan yang dibuat dengan gaya hiperbola cukup bisa mengundang tawa. Kunikmati film itu tanpa terlalu banyak berpikir. Kunikmati gambar- gambar pemandangan yang indah di film tersebut. Sampai suatu saat… Upssss. Aku terperanjat. Kulirik anak- anakku. Pandangan mereka lurus menuju layar. Tampak sekali mereka menikmati film yang sedang kami tonton itu. Kuperhatikan lagi layar yang menayangkan adegan itu. Aduh, haruskah
  • 5

    Jan

    Menjadi Orang Tua itu Tidak Mudah

    Menjadi orang tua itu tidak mudah… SERING sekali kita mendengar kalimat semacam itu. Bahwa menjadi orang tua itu tidak mudah. Sebab tak ada sekolah untuk jadi orang tua, sehingga seringkali kita menjalaninya dengan cara trial and error. Sebenarnya di satu pihak, walau tak ada sekolah formalnya, kini sudah ada banyak buku dengan beragam judul dan topik tentang cara membesarkan anak yang dapat dijadikan referensi oleh orang tua. Mulai dari janin baru terbentuk hingga cara mendidik dan membesarkan cara remaja yang sehatpun bisa kita temukan. Selain buku, ada juga banyak sesi diskusi dan seminar- seminar menyangkut topik- topik tentang parenting dan pendidikan anak. Jadi, ’sekolah’ itu sebenarnya bukan tak ada sama sekali. Namun tentu saja,buku dan seminar- seminar itu tak b
  • 27

    Mar

    Sekolah Itu... Tidak Asyik?

    Sumber gambar: algonac.k12.mi.us Masih ingat post tentang anak- anak, sekolah, dan ijazah yang pernah kutuliskan dulu? SEBELUM melanjutkan tulisan yang terkait dengan urusansekolah danijazah, mari kuceritakan sedikit beberapa hal tentang pemuda cilik di rumah kami, anak tengah penggagas kampanye sekolah itu tidak asyik di rumah kami. Sejak kecil, telah kuamati dia, dan kudapati beberapa hal yang sangat nyata pada dirinya. Dari cara bicara, celetukan- celetukan dan caranya bergurau, aku sudah bisa melihat lompatan- lompatan cara berpikir yang sangat cerdas. ‘Anehnya’, dengan kecerdasan semacam itu, justru amat tampak bahwa anakku yang sangat merasa aman dan nyaman di rumah tak selalu merasa begitu di sekolah. Saat play group, insiden pertama terjadi. Di tengah masa pelajaran
  • 19

    Mar

    Aplikasi Hypnosis dalam Pengasuhan Anak

    Senja yang tenang SEPERTI kebiasaan mereka, si kembar Nareswara dan Nareswari terlelap di jam- jam seperti ini. Sementara Pradipta dengan asyik menumpuk dan menyusun keping- keping kayu membentuk rel kereta yang melingkar- lingkar. Kuti duduk membaca koran. Dee, berada di sampingnya, memotong- motong pepaya ke dalam piring kecil. Salah satu diantaranya diberi kucuran jeruk nipis. Itu piringnya. Dua piring yang lain, untuk Kuti dan Pradipta, tidak diberinya tambahan apapun. Kuti dan Pradipta tak terlalu menyukai tambahan rasa asam pada papaya mereka seperti Dee. Pepaya, yang Dee menyodorkan sepiring kecil pepaya itu pada suaminya. Kuti mengangguk sambil mengucapkan terimakasih. Dipta, panggil Dee kemudian, Ini ada pepaya Ya Bunda, terdengar suara Pradipta menyahut sambil menghampi
  • 19

    Aug

    Kata Remaja Tentang Narkoba

    Senja menjelang. DEE, Kuti dan Pradipta menelusuri jalan perlahan- lahan. Mereka sama sekali tak tergesa. Maghrib masih agak lama. Pradipta yang sudah pandai membaca jam tahu, masih cukup waktu untuk mencapai rumah kakak dan mas Cintya dan Pratama tanpa harus tergesa. Apalagi jika berjalan- jalannya dengan Bunda yang perutnya makin membesar itu, pikir Pradipta. Walau masih kecil, kemampuan mengamati Pradipta baik sekali. Dan dia tahu bahwa Bunda sekarang tak lagi bisa berjalan terlalu cepat karena adik di perut makin berat. Selain itu, memang ada banyak hal menarik di jalan. Pradipta mengamati belalang besar yang bisa berdiri di atas kedua kaki belakangnya. Lalu dia menemukan kepik berwarna merah dengan totol hitam. Persis seperti yang ada di buku- buku cerita bergambar Sementara
  • 8

    Aug

    Baju Dalam Itu Letaknya di...

    Akhir minggu di rumah kayu. DEE tersenyum- senyum senang. Akhir- akhir ini dia sering merasa lelah dan pegal di tubuhnya. Dan di pagi hari itu, si kecil Pradipta menawarkan dengan manis, Bunda pegal lagi? Aku pijat ya bunda? Oh, senangnya. Dee dengan segera mengangguk dan jemari mungil itu mulai menelusuri leher dan pundaknya. Terntu saja, pijatan Pradipta tak dapat dibandingkan dengan pijatan orang dewasa, apalagi pemijat profesional. Tapi kehangatan dan rasa sayang yang dialirkan dalam setiap sentuhan si kecil di kulitnya sungguh membuat hati Dee bernyanyi. *** Terdengar dering bel dari pagar depan. Kuti bangkit dari duduknya. Terdengar suara- suara, dan Hallo Tante, terdengar suara Respati. Dee menoleh. Pradipta tertawa lebar, gembira sekali mendengar suara sepupunya. Apal
  • 19

    Jul

    Atlanta Dimana...

    Pagi yang (seharusnya) cerah… KUTI sibuk membantu Pradipta memakai seragam sekolah. Sebenarnya si kecil sudah lama tau bagaimana caranya memakai seragam sekolah. Dia juga sudah bisa memakai kaos kaki dan sepatu. Dia juga biasanya tak suka dibantu. Namun pagi ini lain. Ini pagi ketika semua dalam situasi darurat. Kuti terlambat bangun. Setelah sempat bermalas-malasan di tempat tidur, dia teringat satu hal. Harus menyiapkan sarapan. Biasanya semua tetek bengek kegiatan di pagi hari ditangani Dee. Sang istri yang biasa bangun pagi, memasak air dan menyiapkan sarapan. Kini semua berbeda. Karena Dee tak ada di rumahkayu. Kuti yang senang makan namun malas masak terpaksa harus masak. Nasi goreng istimewa, seperti menu di restoran. Disebut istimewa, karena disertai telur mata sapi. Sete
  • 20

    Jun

    Berani Tampil Beda

    If you are a minority of one, the truth is the truth ( Mahatma Gandhi ) MARI kita bicara tentang video panas… Lagi ??!!! Oh, ha ha… tidak, bukan tentang apakah pemeran dalam video itu A, atau L, atau C yang asli atau bukan, bukan tentang apakah yang muncul di kantor polisi adalah mereka yang asli atau hanya orang yang mirip mereka atau hal- hal semacam itu. Tapi tentang bagaimana mencegah anak- anak remaja meniru apa yang mereka lakukan atau melakukan free sex. Menjauhkan anak dari tayangan porno dengan memasang software di komputer, aku setuju. Memilihkan bacaan yang baik bagi mereka, aku setuju. Membatasi mereka bermain game, dan sebisa- bisanya memastikan bahwa video game atau computer game yang mereka mainkan tidak mengandung unsur- unsur pornografi, aku setuju. Membat
  • 22

    May

    Mental Juara

    Burung- burung bercericit riang. SUARA gelak tawa terdengar dari halaman rumah kayu. Sebuah tenda yang dipasang tersambung dengan terowongan berbahan serupa menjadi pusat gelak tawa tersebut. Dua orang anak kecil keluar masuk tanpa henti dari ujung terowongan dan dari pintu tenda yang dipasang di halaman rumah kayu. Radya cilik menarik- narik tangan mamanya, ingin bergabung dengan saudara- saudaranya yang sedang bermain di halaman. Dia turun dari pangkuan dan menunjuk- nunjuk ke arah tenda, ” Ma… Kak… Kak… ” katanya. Sang kakak yang ditunjuknya, Kirana, pada saat itu sedang berkejaran dengan Pradipta di sekitar tenda. Dee tersenyum melihat anak- anak itu. Tak ada yang lebih membahagiakan daripada melihat anak- anak yang tumbuh dengan sehat dan gembira. Ana
  • 19

    May

    Bocah 10 Tahun itu Bicara tentang... Orgasme

    Pagi yang hangat PENGHUNI rumah kayu baru saja sarapan dan bersiap-siap ke kantor. Mereka duduk santai sambil menyaksikan bagaimana si kecil bersiap-siap ke sekolah. Sejak setahun terakhir Pradipta bersikeras untuk mandiri. Mandi sendiri. Juga mengganti pakaian sendiri. Dee dan Kuti seperti biasa hanya melihat dari jauh. Melihat bagaimana dengan susah payah si kecil memakai kaos kaki, bagaimana dia memakai sepatu dan mengikat tali sepatu. Sambil menyaksikan si kecil, Dee dan Kuti bicara banyak hal. Tentang pernikahan Luna (bagi yang belum tahu, Luna yang dimaksud bukanlah Luna Maya, tapi Luna ‘yang itu’ hehehe), tentang komentar unik Srex di posting sebelumnya, tentang rencana Dee yang bakal ditugaskan kantornya ke negeri paman Sam… Dan Dee tiba-tiba teringat sesuatu.
  • 18

    May

    Seks di Kalangan Remaja, Siapa Salah?

    Seks itu…. PENGHUNI rumahkayu menikmati indahnya malam. Setelah seharian bekerja, tak ada yang lebih menyenangkan daripada bersantai dengan keluarga. Membicarakan apa yang dilalui seharian. Mendiskusikan tentang masa depan. Dee dan Kuti sedang mendiskusikan di klinik atau rumah sakit mana Dee akan melahirkan, ketika perhatian mereka tertuju ke layar televisi. Sebuah berita mengungkap fakta mengejutkan: Bahwa 32 persen remaja Indonesia pada rentang usia 14 hingga 18 tahun sudah pernah melakukan hubungan seks. Fakta ini merupakan kesimpulan dari penelitian yang dilakukan Komisi Perlindungan Anak Indonesia. Fakta lainnya, 21,2 persen remaja putri di Indonesia pernah melakukan aborsi. Selebihnya, separuh remaja responden survei mengaku pernah bercumbu ataupun melakukan oral seks. Surv
  • 13

    May

    Darimana Munculnya Rasa Percaya Diri?

    Suatu hari di hari libur. PRADIPTA yang baru selesai mandi dan berganti baju menghampiri Dee. Bunda, aku sudah siap Dee tertawa. Si kecil tampak tak sabar ingin segera berangkat. Pagi itu mereka akan mengunjungi rumah kakak dan mas, Cintya dan Pratama. Ayolah kalau sudah siap, kata Dee, Ajak papa berangkat sekarang Pradipta tertawa gembira. Dihampirinya Kuti yang sedang membaca koran, Papa ayo, kata Bunda kita berangkat sekarang *** Tiba di tempat yang dituju, pintu rumah dibukakan oleh Prameswari, ibunda kakak dan mas. Prameswari menyapa Kuti, memeluk Dee dan Pradipta, lalu mempersilahkan mereka masuk. Begitu memasuki ruang dalam terdengar suara musik. Dee mengenali lagu itu. Lagu lawas. Nuansa Bening. Dan tampak olehnya Pratama sedang memainkan lagu tersebut di atas keyboar
  • 8

    Feb

    Singapore dan Pergaulan Remaja

    Singapore. INSPIRASI untuk menulis posting kali ini datang ketika aku menuliskan komentarku di blog bintangtimur. Kalimat tambahan yang aku tuliskan dalam bagian p.s. membuat banyak kalimat menari- nari di kepala dan mendorongku membuat tulisan ini. Singapore. Dalam perjalanan karirku, Singapore adalah kota kemana aku paling sering berkunjung. Baik kunjungan singkat atau agak panjang. Dan, jika Irma menceritakan keindahan serta keteraturan Singapore, aku di sini akan menceritakan sisi lain dari Singapore yang selalu membuat aku gregetan. Duluuuuuuuu sekali, kali pertama aku perkunjung ke sana seabad lalu, aku baru saja lulus kuliah. Fresh from the oven, aku ketika itu adalah seorang gadis yang baru saja pindah ke ibu kota dari kota kelahiran. Dan, ha ha, asal tahu saja, orang tuaku w
- Next

Author

Follow Me