• 15

    Sep

    Penggunaan Obat Penunda Haid Saat Beribadah Haji, Perlu atau Tidak ?

    Sebaiknya minum obat penunda haid atau tidak saat naik haji? PERTANYAAN ini tampaknya merupakan pertanyaan populer di kalangan (calon) jamaah haji perempuan. Perlu minum obat penunda haid tidak, ya? Mana yang lebih baik, minum atau tidak minum? Dalam salah satu sesi manasik haji beberapa minggu yang lalu, pertanyaan itu juga muncul dari salah seorang perempuan di kelompok kami. Ustad yang membimbing kami menjawab bahwa menggunakan obat penunda haid diijinkan tapi beliau sendiri cenderung untuk mengatakan tak perlu menggunakannya. ” Haid itu datangnya dari Allah, ” kata ustad tersebut. ” Maka, diterima saja jika memang saat berhaji nanti ternyata haid. ” Pertanyaan berikutnya tentu saja: lalu bagaimana dengan rangkaian ibadah yang sedang dilakukan jika perempu
  • 3

    Sep

    Penawaran Naik Haji Tanpa Harus Mengantri

    Ingin berangkat haji tanpa antri, bisa dengan membayar lebih banyak melalui ‘program haji plus-plus’ ? PAGI ini aku terlibat percakapan menarik dengan seorang kawan yang mengatakan bahwa selain haji reguler dan haji khusus ( ONH plus ), ada lagi pemberangkatan haji yang disebut dengan ‘ONH plus plus’ Konon, ONH plus plus itu biayanya di atas 100 juta rupiah, dan tak perlu antri. Saat ini, antrian untuk berangkat haji memang sudah panjang sekali. Beberapa waktu yang lalu, aku melihat daftar antrian haji dan di salah satu kabupaten, antrian haji reguler bahkan sudah mencapai tahun 2031. Antrian haji khusus, ONH plus, juga tak kalah panjang. Tadi siang, iseng- iseng kuhubungi salah satu biro perjalanan yang mengurus perjalanan haji, dan jawaban yang kuterima adalah, j
  • 10

    Mar

    Catatan Perjalanan: Gua Hira, Tempat Ayat Al Qur'an Turun Pertama Kali

    Di tempat inilah ayat Al Qur’an pertama kali diturunkan. Di Gua Hira. Kami mengunjungi tempat itu di sela-sela kegiatan kami berziarah dan beribadah umrah di Mekah. Gua Hira, merupakan sebuah gua yang ada di gunung batu bernama Jabal Nur (Jabal al Nour - , The Mountain of Light). Dalam terjemahan bebas, Jabal sendiri berarti gunung, sementara Nur berarti cahaya. Terletak dalam jarak sekitar 5-6 KM dari Mekah, Gua Hira saat itu kami capai dengan menaiki kendaraan sejenis van dari depan hotel kami di dekat Masjidil Haram. Kami membayar 10 riyal per orang untuk diantarkan ke kaki gunung. Perjalanan tak memakan waktu lama. Seingatku, kurang dari setengah jam kami telah tiba di sana. Gua Hira sendiri merupakan sebuah celah sempit diantara bebatuan. Beberapa referensi menyebutkan bah
  • 5

    Mar

    Notes from Mecca, Catatan Indah Pengalaman Berhaji yang Ditulis oleh Bloggerdetik

    Ditulis dengan apik, buku ini menjangkau dua sisi: keindahan pengalaman spiritual dan catatan serta petunjuk praktis yang sederhana dan membumi, sejak persiapan perjalanan ibadah haji, selama berada di Tanah Suci, serta sekembalinya ke tanah air. Membacanya membuat hati tersentuh sekaligus memperluas wawasan. Begitu yang aku tulis sebagai endorsement untuk buku berjudul “Notes from Mecca: Untaian Kenangan Seorang Muslimah Kala Menjadi Tamu Allah ” karya Mechta Deera. *** Seorang kawan, pemilik blog mechta.blogdetik.com yang menggunakan nama pena Mechta Deera, menghubungiku beberapa waktu yang lalu. Memintaku untuk menuliskan endorsement untuk buku yang kini telah terbit itu. Ah, tentu saja aku bersedia. Sebab aku gembira sekali mendengar bahwa buku yang berisi catatan Mecht
  • 12

    Jan

    Tiga Benda yang Sangat Berguna Saat Menjalankan Ibadah Umrah

    Aku mencatat adanya beberapa benda yang sangat berguna dan sering digunakan saat aku beribadah umrah. INI tiga diantaranya: 1. Botol spray ( penyemprot air ) Saat umrah pertama kali tahun 2011, kami berada di Tanah Suci pada bulan Juli. Panas terik disana. Suhu berkisar di angka sekitar 50 derajat Celcius. Botol spray yang setelah tiba di tanah suci kami isi dengan air zam zam ini sungguh multifungsi. Jika kami kepanasan, kami bisa menyemprotkan air ini ke muka. Jika haus dan tak berada dekat dengan air, sekedar seteguk dua teguk air bisa didapat dengan menyemprotkan air dari botol ini ke mulut. Dan jika kami hendak shalat, atau berthawaf yang mengharuskan kami dalam keadaan suci dan berwudlu tapi kemudian wudlunya batal, tak perlu repot tergopoh- gopoh pergi ke tempat wudlu yang jauh le
  • 10

    Jan

    Hadiah Tahun Baru 2014: Shalat di Hijir Ismail (2)

    1 Januari 2014. MENIT demi menit bergerak maju di hari pertama tahun 2014 itu. Kugandeng tangan ibuku, sementara tangan ibu yang lain, menggandeng tangan anak perempuanku. Kami melangkah maju berusaha mencapai Hijir Ismail. Aku berjanji dalam hati untuk berhati- hati dan tak mencelakakan. Ada batas dimana upaya untuk bisa shalat di Hijir Ismail masih boleh diupayakan, ada batas jika kondisi sudah tak memungkinkan maka aku harus ikhlas untuk membatalkan saja niat itu. Karena kami asalnya sudah berada di sisi pelataran di muka Multazam, maka kami harus menyeberang langsung, hampir lurus, tak bisa sedikit demi sedikit lagi, karena di satu sisi setelah sisi itulah Hijir Ismail berada. Barisan orang yang sedang thawaf makin merapat. Jumlahnya makin banyak. Aku sungguh tak tahu apakah menyebe
  • 10

    Jan

    Hadiah Tahun Baru 2014: Shalat di Hijir Ismail (1)

    Tak satupun kembang api kusaksikan saat hari bergerak memasuki tahun baru 2014. NAMUN kudapatkan hadiah besar, sangat besar, di pembukaan tahun ini. Yakni kesempatan untuk bisa shalat di dalam Hijir Ismail. Ada satu bagian berbentuk setengah lingkaran di sebelah Utara Ka’bah yang disebut Hijir Ismail, yang asalnya merupakan bagian dari bangunan Ka’bah, namun saat Ka’bah dipugar oleh suku Quraisy setelah adanya banjir besar yang melanda, sekitar tahun 600 M, karena kekurangan dana yang halal untuk membangunnya kembali seperti luasnya semula, maka ukuran Ka’bah yang bertembok berkurang, dan sebagian menjadi area terbuka di Hijr Ismail. Maka, diriwayatkan bahwa jika seseorang mendirikan shalat di Hijr Ismail, maka itu akan serupa dengan shalat di dalam Ka’bah.
  • 9

    Jan

    Rindu Kembali ke Tanah Suci

    Kini aku percaya. Sebab sudah dua kali mengalami. DULU, sebelum aku berkesempatan mengunjungi Tanah Suci, sudah banyak kudengar cerita, bahwa sekali perah mengunjungi Tanah Suci, maka akan selalu muncul kerinduan dalam hati untuk kembali kesana lagi. Lagi. Dan lagi. Dan itulah yang kini terasa mendesak- desak di dada. Walau kali ini sudah aku prediksi, tetap saja rasa rindu itu melimpah ruah. Rindu yang terasa manis, tapi juga agak nyeri terasa. Rindu yang mencubit- cubit hati. Rindu yang menimbulkan rasa bahagia tapi sekaligus juga membuat mataku tergenang basah. Rindu ingin kembali ke Tanah Suci. Ingin kembali berziarah ke Madinah. Kembali ke Mekkah. Masjid Nabawi. Dok. pribadi Rasa ini, juga muncul semenjak dua tahun yang lalu. Setelah umrah yang pertama di tahun 2011, kerinduan se
  • 7

    Jan

    Kerudung Berenda

    (dok. pribadi) Aku percaya bahwa Allah Maha Tahu… TAPI tetap saja, jika ada hal- hal yang menunjukkan hal tersebut, aku takjub. Terkagum- kagum atas ke Maha Tahu-anNya, bahkan hingga hal- hal yang terkecil sekalipun… *** Jadi begini. Aku ini pada dasarnya memang menyukai mukena- mukena yang berbordir dan berenda khas Indonesia itu. Mukena semacam itu pula yang aku bawa dan pakai saat ber-umrah dua tahun yang lalu. Selain mukena, saat itu aku juga membawa bergo (kerudung panjang, tapi sedikit lebih pendek dari mukena ) yang berenda dan berbordir. Yang ternyata saat berada di Tanah Suci sering sekali dipegang- pegang oleh orang- orang dari negara lain yang kutemui baik di Masjid Nabawi maupun di Masjidil Haram. Kadang- kadang sambil memegang, mereka mengoceh dalam bahasa yan
  • 6

    Jan

    Umrah Gratis ( Sebuah Catatan Perjalanan )

    (dok. pribadi) Dia Yang Kuasa mengundang siapa- siapa yang dikehendakinya untuk datang ke Tanah Suci AKU selalu percaya pada kekuatan Sang Maha Cinta. Percaya bahwa apapun bisa terjadi jika Dia menghendaki. Dan percaya bahwa sesuatu tak akan terjadi jika Dia tak berkenan. Kuperhatikan para peserta umrah yang sekelompok dengan kami dan aku benar- benar berpikir, betapa bahagianya kami semua. Betapa diberkahinya kami dengan kesempatan untuk beribadah umrah itu. Banyak dari kami dalam rombongan yang berangkat dengan keluarga. Ada Bapak-Ibu sepuh dengan anak- anak, menantu dan cucu- cucu. Ada suami- istri dan anak- anak. Ada yang berangkan dengan mbah-nya, dengan kakak, kakak ipar, dan sebagainya. Betapa bahagianya diberi kesempatan semacam itu. Ustadz yang memberikan ceramah saat manasik
  • 5

    Jan

    Catatan Perjalanan: Ketika Rasulullah Memuliakan Orang Berkulit Hitam Mengapa Kita Masih Sering Merendahkan?

    (dok. pribadi) MASJID Bilal, adalah sebuah masjid yang terletak tak jauh dari Masjid Nabawi di kota Madinah. Kami melintasi masjid ini saat sedang melakukan city tour di Madinah minggu yang lalu. Bilal, adalah nama yang sering disebut dalam sejarah Islam. Terkenal dengan suaranya yang sangat indah, Bilal dipilih sendiri oleh Rasulullah, Muhammad saw sebagai orang pertama yang melantunkan adzan buat memanggil umat muslim untuk mendirikan shalat. Bilal sendiri mulanya merupakan seorang budak berkulit hitam yang dibebaskan oleh sahabat Nabi Muhammad, Abubakar ra dari majikan yang suka menyiksanya, atas permintaan Rasulullah. *** Ada satu hal yang membuatku merenung- renung di dalam bus saat kami melintasi masjid Bilal itu. Sikap Rasulullah itu jelas menunjukkan faham bahwa Rasulullah men
  • 3

    Jan

    Sebuah Catatan Perjalanan: Macet itu Berkah Rupanya

    Keterlambatan pesawat itu… DI dunia ini memang banyak hal yang tak kita pahami, tapi diketahui oleh Yang Kuasa. Ada banyak kejadian yang awalnya kita pikir sebuah kesulitan yang ternyata sebenarnya menyelamatkan… *** Telah beberapa hari terakhir ini aku dan keluarga berada di Mekah, untuk melaksanakan ibadah umrah, setelah sebelumnya berkunjung ke Madinah. Dari tanah air, kami terlebih dahulu terbang menuju bandara King Abdul Aziz di Jeddah. Proses boarding di bandara Soekarno Hatta berlangsung tepat waktu. Semua mulus hingga kami telah duduk rapi di kursi pesawat saat terdengar pengumuman yang terdengar ‘lucu’ di telingaku sebab pilotnya mengatakan bahwa akan terjadi keterlambatan penerbangan sebab ‘macet’. Macet? Kemacetan di Jakarta akhir- akhir in
  • 2

    Jan

    Catatan Perjalanan: Drama Berjudul 'Ngepak Koper'

    Tentang perjalanan. Dan urusan koper. ADA satu hal yang berhubungan dengan urusan perjalanan yang tak pernah bisa kulakukan dengan baik, yaitu ngepak koper. Kekacauan selalu terjadi jika aku harus menyelesaikan urusan ngepak itu. Dulu saat lajang, jika bepergian dengan teman- teman, mudah menandai yang mana koperku. Cari saja koper yang paling besar, itu pasti koper milikku. Saking tidak efisiennya cara aku mengepak, jumlah barang yang sama jika aku yang melakukannya bisa memakan ruang lebih besar dari kebanyakan orang lain saat mengepak koper. Atau, jika tidak lebih besar, jumlahnya ya lebih banyak. Teman- teman baikku sudah hafal kebiasaan ajaib ini. Saat menikah, aku terselamatkan oleh suami yang ternyata justru piawai melakukan hal tersebut. Maka, setiap kali bepergian, urusan koper m
  • 25

    Dec

    Doa yang Dititipkan untuk Dibaca di Tanah Suci dan Salam Natal

    Mengharukan… AKU menatap kalimat yang tertulis di buku di hadapanku, sebuah agenda kecil yang di halaman- halamannya tercatat daftar nama dan doa- doa yang dititipkan untukku saat aku berada di Tanah Suci nanti. Aku dan keluarga, Insya Allah, tak lama lagi akan berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umrah. Catatan itu, sebagian aku yang menulis, sebagian ditulis sendiri oleh yang menitipkan doa, sebab adakalanya kusodorkan saja buku itu pada mereka dan meminta mereka mencatat sendiri disana apa doa dan harapan- harapan mereka. Ada juga kertas kecil- kecil yang ditempelkan di agenda itu. Beberapa orang, soalnya, memberikan catatan titipan doa itu di kertas kecil- kecil yang demi kepraktisan, daripada menyalin kembali, kutempelkan saja di buku catatanku. Ada banyak kejadian l
  • 23

    Dec

    Siaran Langsung Gratisan dari TV Berbayar, Rasa Syukur dan Mohon Maaf

    Dan berkah itu terlimpah begitu banyak. HATIKU sungguh dipenuhi rasa syukur dan bahagia. Kemarin, berdua dengan ibuku, kami saksikan siaran langsung dari Masjidil Haram di Mekah. Orang- orang yang sedang thawaf berjalan mengitari Ka’bah, sedang shalat, sedang berdoa. ” Duh, ” kata ibuku, ” Seperti sudah ada disana saja rasanya. “ Aku mengangguk, memahami perasaan itu. Sudah beberapa saat belakangan ini, hatiku sendiri dipenuhi perasaan itu. Ditambah lagi, ada yang ‘aneh’ dengan siaran televisi berbayar yang ada di rumah kami, yang kami saksikan subuh tadi itu. Entah bagaimana, beberapa waktu terakhir ini saluran yang menyiarkan siaran langsung dari Mekah itu terbuka dan bisa diakses setiap hari. Padahal kami tahu pasti, saluran itu tidak termasuk
- Next

Author

Follow Me