• 29

    Aug

    Daun Ilalang Publishing: Berkembang Dari Buku Versi Cetak ke e-book

    TAHUN 2009 lalu, penghuni Rumah Kayu memutuskan untuk membuat sebuah penerbitan. Penerbitan ini dimaksudkan sebagai wadah untuk merealisasikan sejumlah ide yang terkumpul di blog, menjadi buku yang bisa dibaca masyarakat luas. Setelah berdiskusi panjang lebar, kami memutuskan untuk menamakan penerbitan itu sebagai Daun Ilalang Publishing. Nama itu kami pikir cukup bagus dan bernuansa puitis. Setidaknya, nama “Daun Ilalang Publishing” jauh lebih bagus dibanding “Suka Ngeblog Publishing”, misalnya, hehehe. Produk perdana Daun Ilalang Publishing adalah buku kumpulan tulisan kami di blog Rumah Kayu di platform ngeblog milik detikcom ini. Buku berjudul “Senandung Cinta dari Rumahkayu” itu diterbitkan akhir 2009 dan beredar secara resmi awal 2010. Dari sisi b
  • 12

    May

    5 Cara Mendapatkan Modal Untuk Terbitkan Buku

    Tentang modal dan modal… MENERBITKAN buku itu menyenangkan. Dengan syarat, Anda punya modal. Sejauh ini, untuk bisa mencetak sebuah buku, Anda memang perlu modal yang lumayan. Bahkan jika punya percetakan sendiri Anda tetap harus mengeluarkan biaya, minimal untuk membeli kertas. Pertanyaannya, dari mana modalnya? Sedikitnya ada lima cara mendapatkan modal. Sebagian besar sudah pernah dipraktekkan (setidaknya kami pernah menyaksikan hal ini digunakan pihak lain) dan cukup berhasil. 1. Jual aset Jika kebetulan Anda punya aset yang ‘nganggur’, aset itu mungkin bisa dijual dan uangnya digunakan sebagai modal untuk menerbitkan buku. Aset itu semisal tanah atau kebun (yang gak pernah ditanami dan sudah menjadi ‘hutan’). Jika tak punya aset, Anda bisa mengguna
  • 10

    May

    Cara Mengirimkan Naskah Pada Penerbit

    Air menetes satu- satu dari langit. HUJAN yang tercurah sejak sore mulai reda. Udara menjadi sangat sejuk. Seekor kura- kura di kolam di halaman rumah kayu tampak berenang dan memunculkan kepalanya ke permukaan air. Beberapa ekor yang lain menyelam ke dasar kolam. Keluarga di rumah kayu sedang menikmati makan malam mereka. Sup kacang merah dengan bola- bola daging cincang yang hangat tampak terhidang di meja. Dee menyuapkan sup perlahan ke dalam mulutnya. Periode mual dan ngidam pada kehamilannya sudah terlewati dan Dee dapat kembali menikmati berbagai jenis makanan yang dihindarinya di bulan- bulan pertama kehamilan. Pradipta yang duduk di sebelahnya memperhatikan Dee. Adik bergerak- gerak nggak, Bunda? tanyanya. Dee tersenyum. Beberapa waktu yang lalu Dee menceritakan pada Pradipt
  • 17

    Nov

    2012, dan Blog Milik Teman yang...

    Ceria menyapa. PENGHUNI rumah kayu (seperti biasa) sedang bersantai di ruang tamu, sambil menikmati pisang goreng yang baru saja dibuat oleh Dee. Pisang goreng yang masih panas sungguh asyik disantap, ditemani teh manis yang juga panas. Dengan tersenyum geli Dee kemudian menceritakan pengalamannya bekerja di kantor yang baru. Bagaimana dia harus menyesuaikan diri dengan berbagai idiom dan istilah baru, bagaimana dia ‘diledek’ bawahannya karena membawa bekal makan siang ke kantor dan karena Dee seringkali memilih kendaraan umum seperti bus, angkot, atau ojek sebagai alat transportasinya sementara orang- orang di sekitarnya bermobil mewah serta bagaimana dia berkenalan dengan sesama karyawan yang ternyata adalah blogger dan juga baru menerbitkan buku. ” Terus… kam
  • 5

    Nov

    Tentang Publishing itu....

    I hear and I forget. I see and I remember. I do and I understand ~ Confucius PERNYATAAN menggelitik diungkap mrpsycho ketika menulis review tentang buku rumahkayu di blognya. Mr. Psy bilang: “Klimaks dari seorang penulis tentu saja terbitnya buku….” Dan masih ada lanjutannya: “Multiple orgasme dari seorang penulis adalah cetak ulang!” Hahaha… Dengan kocak Mr. Psy mengungkap apa yang selama ini menjadi mimpi seorang blogger: tulisannya bertransformasi ke media cetak dan menjadi buku. Karena itu menjadi mimpi semua blogger, maka tak heran jika mimpi yang sama juga menjadi idaman penghuni rumahkayu. Dan mimpi itu akhirnya menemukan jalan keluar dalam sebuah perbincangan melalui sms, satu hari di bulan Juli. Dari ngobrol ngalor-ngidul akhirnya muncul s
-

Author

Follow Me