• 17

    Jul

    Sebab Ini Bukan Semata Soal Presiden, Tapi Soal Contoh dan Panutan

    Delapan hari setelah pemilihan presiden, lima hari sebelum pengumuman resmi tentang hasilnya. DEE menelisik beberapa berita. Memilih mana yang dia suka. Menaruhnya dalam link facebook. Dan twitter. Dan berbincang dengan beberapa teman melalui BBM, atau sms. Dee kadang tersenyum, kadang mengusap air mata. Dalam hati, dia mentertawakan dirinya sendiri. Musim kampanye sudah lewat, kini dia malah baru aktif melakukan itu. Dia tak suka masa kampanye presiden yang lalu. Dia justru senang saat masa kampanye itu berakhir. Sebab masa kampanye lalu, terlalu hiruk pikuk baginya. Begitu banyak cercaan, berita hitam, cerita miring yang kebenarannya perlu diragukan bertebaran dan adu domba dilakukan. Dia tak suka melihat apa yang terjadi. Maka dia memilih untuk menepi. Tidak, dia bukan tak punya piliha
  • 18

    Mar

    Megawati, Jokowi, Xerxes dan Racun Dendam

    SEBERAPA besar dampak sebuah dendam? Film 300: Rise of an Empire mungkin bisa memberi penegasan. Bahwa dendam bisa mengakhiri, juga mengawali sebuah bangsa. Gara-gara ayahnya tewas dibunuh oleh orang Yunani, Xerxes yang awalnya pengecut berubah seratus delapan puluh derajat menjadi sosok yang bengis dan tak mengenal ampun. Yang ada di benak Xerxes adalah membalas dendam. Dengan membunuh semua penduduk Yunani dan membungihanguskan negeri para dewa itu. “For glorys sake, for vengeances sake, WAR!” Begitu ucapan Xerxes. Dendam pula yang membuat Artemisia mengkhianati darah dan tanah kelahirannya. Ketika masih kecil, dia melihat bagaimana ayahnya dibunuh dan ibunya diperkosa oleh sesama orang Yunani. Dia kemudian dijadikan budak dan selama betahun-tahun diperkosa di sebuah kapal
-

Author

Follow Me