• 15

    Sep

    Penggunaan Obat Penunda Haid Saat Beribadah Haji, Perlu atau Tidak ?

    Sebaiknya minum obat penunda haid atau tidak saat naik haji? PERTANYAAN ini tampaknya merupakan pertanyaan populer di kalangan (calon) jamaah haji perempuan. Perlu minum obat penunda haid tidak, ya? Mana yang lebih baik, minum atau tidak minum? Dalam salah satu sesi manasik haji beberapa minggu yang lalu, pertanyaan itu juga muncul dari salah seorang perempuan di kelompok kami. Ustad yang membimbing kami menjawab bahwa menggunakan obat penunda haid diijinkan tapi beliau sendiri cenderung untuk mengatakan tak perlu menggunakannya. ” Haid itu datangnya dari Allah, ” kata ustad tersebut. ” Maka, diterima saja jika memang saat berhaji nanti ternyata haid. ” Pertanyaan berikutnya tentu saja: lalu bagaimana dengan rangkaian ibadah yang sedang dilakukan jika perempu
  • 10

    Jan

    Hadiah Tahun Baru 2014: Shalat di Hijir Ismail (2)

    1 Januari 2014. MENIT demi menit bergerak maju di hari pertama tahun 2014 itu. Kugandeng tangan ibuku, sementara tangan ibu yang lain, menggandeng tangan anak perempuanku. Kami melangkah maju berusaha mencapai Hijir Ismail. Aku berjanji dalam hati untuk berhati- hati dan tak mencelakakan. Ada batas dimana upaya untuk bisa shalat di Hijir Ismail masih boleh diupayakan, ada batas jika kondisi sudah tak memungkinkan maka aku harus ikhlas untuk membatalkan saja niat itu. Karena kami asalnya sudah berada di sisi pelataran di muka Multazam, maka kami harus menyeberang langsung, hampir lurus, tak bisa sedikit demi sedikit lagi, karena di satu sisi setelah sisi itulah Hijir Ismail berada. Barisan orang yang sedang thawaf makin merapat. Jumlahnya makin banyak. Aku sungguh tak tahu apakah menyebe
  • 4

    Mar

    Hujan Karunia dari Surga... (1)

    Kerinduan yang mendesak- desak itu AKHIR- akhir ini, rasa rindu itu meluap lagi. Rindu yang sebenarnya memang tak pernah hilang dari dada, tetapi kucoba kendalikan dengan berusaha bersabar bersabar bersabar Tahun lalu, seperti pernah kutuliskan dalam blog ini, kami berkesempatan untuk beribadah umrah. Orang tuaku, adikku beserta istrinya serta kami sekeluarga (aku, suami dan anak- anak), berangkat bersama- sama ketika itu. Dan saat itulah akhirnya kumengerti apa yang selalu dikatakan orang yang pernah berkunjung ke Tanah Suci, bahwa akan ada rasa rindu yang memenuhi dada, untuk segera kembali ke sana. Itu pula yang kualami saat itu Rindu itu, bahkan telah membanjir memenuhi jiwa ketika aku masih berada di sana. Saat berada di Mekah, sehari menjelang kepulangan kami, aku memanjatkan doa y
-

Author

Follow Me